Tiga game mobile bergaya Battel Royale, (WCCF Tech)
Tiga game mobile bergaya Battel Royale, (WCCF Tech)

Knives Out Malah Salip Pendapatan PUBG Mobile dan Fortnite

Teknologi games pubg
Cahyandaru Kuncorojati • 14 Januari 2019 13:30
Jakarta: Semua developer hame mobile berlomba merilis game Battle Royale. PUBG Mobile dan Fortnite Mobile dikenal sebagai senior di genre Battle Royale.

Sayangnya, senioritas tidak menentukan pendapatan yang diperoleh dari game tersebut. Dikutip dari rilis firma riset SensorTower, pendapatan kedua game tersebut berhasil disalip oleh game yang dicap meniru keduanya, yaitu Knives Out garapan NetEase.

SensorTower merilis pendapatan kotor dari ketiga game tersebut sepanjang 2018 dan disebutkan bahwa Knives Out berhasil memperoleh kira-kira USD465 juta atau setara Rp6,5 triliun dan game Fortnite Mobile sekitar USD455 atau Rp6,4 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Sayangnya, SensorTower tidak menyebutkan besar pendapatan game PUBG Mobile sepanjang 2018 namun mengklaim bahwa Knives Out menjadi yang paling sukses mengumpulkan pendapatan. SensorTower menyebutkan bahwa pasar game mobile Amerika Serikat hanya berkontribusi kurang dari satu persen. Di Jepang, Knives Out sangat populer, dengan kontribusinya secara global mencapai 80 persen.

Knives Out disebut sebagai game battle royale paling populer di Jepang. Pemain di Jepang rela menghabiskan uang sebanyak USD370 atau senilai Rp5,2 juta untuk game tersebut di Play Store dan App Store.

Angka belanja pemain tersebut diklaim oleh SensorTower 11 kali lipat lebih besar dibandingkan gamer PUBG Mobile di Jepang. Kesuksesan ini disebut setelah NetEase merilis arena permainan berlatar kota Tokyo, Jepang.

Kontribusi terhadap game Knives Out menurut pantauan SensorTower masih berasal dari Android, karena kontribusi dari iOS hanya sebesar 18 persen.

Perlu diingat bahwa game Knives Out vbuatan NetEase pernah dituntut pihak PUBG Mobile karena meniru beberapa elemen dan konsep di game mereka.


(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi