Sudah rilis sejak 3 September 2026 untuk PC, PlayStation 5, Xbox Series X|S, dan Nintendo Switch 2, BioEden menawarkan sebuah simulasi manajemen ekologis bertempo santai yang menantang pakem konvensional strategi 4X (eXplore, eXpand, eXploit, eXterminate) dengan memperkenalkannya sebagai filosofi 4R: Restore, Relax, Revive, dan Recycle. Game ini mengajak pemain tidak untuk menaklukkan planet baru, melainkan menyembuhkannya dari sisa-sisa kehancuran masa lalu.

BioEden berlatar di masa depan pasca-apokaliptik yang dipengaruhi kuat oleh aliran fiksi ilmiah solarpunk. Alih-alih menampilkan masa depan bernuansa distopia yang kelam dan penuh keputusasaan, dunia solarpunk dalam game ini berfokus pada harapan, energi terbarukan, dan harmoni ekologis.
Peristiwa masa lalu yang disebut The Great Unraveling telah memusnahkan sebagian besar biosfer galaksi, membuat permukaan berbagai planet tandus, beracun, dan membunuh satwa liar hingga punah. Menanggapi bencana tersebut, umat manusia membentuk aliansi antarbintang bernama Cosmic Collective. Organisasi ini bertugas mengirim para insinyur rehabilitasi lingkungan yang dikenal sebagai Keeper.

Pemain mengemban peran sebagai salah satu Keeper yang dikirim ke permukaan planet mati, ditemani robot pemandu bernama Charles. Di sini, musuh utama pemain bukanlah alien agresif ataupun kerajaan tandingan. Unsur negatif alam berupa jejak polusi dan racun yang merusak tanah serta air adalah masalah utama yang dihadapi. Pendekatan naratif ini memberikan suasana yang baru. Pemain tidak didorong oleh kepanikan bertahan hidup, tetapi punya tanggung jawab moral untuk merawat planet yang terluka.
Sistem gameplay BioEden terpaku pada dua hal: pengelolaan lanskap dan rekayasa genetik satwa. Saat pertama kali menginjakkan kaki di permukaan planet, pemain disambut oleh reruntuhan industri dan tumpukan puing beracun. Langkah awal yang harus dilakukan adalah memungut puing-puing tersebut untuk didaur ulang menjadi material konstruksi dasar. Dari material ini, pemain membangun dua fondasi utilitas penting, jaringan tenaga surya untuk membangkitkan listrik dan sistem irigasi untuk menyalurkan air.

Tantangan utama terletak pada indikator polusi dan ketidakstabilan permukaan. Setiap struktur buatan yang didirikan menghasilkan jejak polusi. Jika pemain membangun terlalu agresif tanpa diimbangi dekontaminasi tanah dan air, indeks instabilitas akan melonjak, memicu bencana lingkungan serta sanksi administratif dari Cosmic Collective.
Di sinilah filosofi Recycle muncul. Berbeda dengan kebanyakan game strategi ketika meruntuhkan bangunan hanya mengembalikan sebagian kecil sumber daya, BioEden memberikan pengembalian material 100% sekaligus menghapus seketika jejak polusi yang dihasilkan bangunan tersebut. Mekanik ini membuat pemain bisa membangun pemurni air dan tanah di satu sektor, membersihkan area tersebut, memanen sumber daya sekitarnya, lalu membongkar kembali seluruh fasilitas hingga alam kembali alami tanpa jejak.

Setelah lingkungan luar mulai pulih, tugas beralih ke dalam kubah atau dome. Bagian ini mengusung mekanik teka-teki penataan ruang berbasis grid heksagonal. Di dalam kubah, pemain memanfaatkan sampel fragmen DNA purba untuk menetaskan kepompong satwa yang telah lama punah.
Setiap spesies memiliki preferensi ekologis yang sangat spesifik, mulai dari suhu mikro, tingkat kelembaban udara, hingga ketersediaan jenis vegetasi tertentu. Pemain harus cermat menyusun habitat di atas petak heksagonal agar kebutuhan berbagai satwa dapat saling tumpang-tindih secara harmonis tanpa memicu konflik habitat. Populasi yang berhasil beradaptasi penuh bahkan dapat menghasilkan varian genetik langka sebelum akhirnya dilepasliarkan ke alam bebas untuk menghuni lima bioma global: hutan, padang rumput, rimba, sabana, dan tundra.

Secara visual, BioEden mengusung gaya cel-shaded 3D penuh warna yang mengutamakan keterbacaan antarmuka. Momen paling memuaskan hadir saat lapisan tanah tandus yang kelabu perlahan berubah menjadi padang hijau segar yang dialiri air jernih. Musik latar dan tata suara alamnya sangat menenangkan, mengisolasi pemain dari kebisingan sehari-hari.
Terlepas dari pesonanya, BioEden mungkin bakal terasa kurang memiliki tantangan. Ini berlaku bagi pemain veteran strategi. Ini karena game tersebut hampir tidak memiliki sistem kegagalan yang membuat permainan berakhir. Tidak adanya batasan waktu, musuh, ataupun penalti material membuat sistem permainan terasa kehilangan tensi setelah beberapa jam pertama. Meskipun begitu, kepuasan emosional saat menyaksikan planet yang semula mati perlahan kembali hijau dan dipenuhi satwa liar tetap merupakan pengalaman yang hangat dan berharga.
| PLATFORM: | PS5 |
| DEVELOPER: | Broken Arm Games |
| PUBLISHER: | Focus Entertainment |
| TANGGAL RILIS: | 3 September 2026 |
| GENRE: | RTS |
Kesimpulan
BioEden berhasil menjadi antitesis yang menyegarkan di tengah maraknya game bertema dominasi dan eksploitasi alam. Keputusan Broken Arms Games untuk memadukan pemulihan ekologi, daur ulang tanpa penalti, dan estetika solarpunk menjadikannya salah satu gerbang masuk terbaik bagi pemula yang ingin menikmati genre manajemen tanpa tertekan oleh rasa cemas.
8
BioEden
Plus
- Tempo santai
- Tidak ada unsur kekerasan
- Konsep unik
Minus
- Tak ada misi gagal