Kalanoro buatan Red Raketa Studios
Kalanoro buatan Red Raketa Studios

Review Game

Kalanoro, Bebasin Tirani Pakai Musik dan Sandal Jepit

Mohamad Mamduh • 27 September 2026 15:20
Ringkasnya gini..
  • Gaya pertarungan Kalanoro menjauh dari kesan brutal, lebih ke komedi fisik yang jenaka.
  • Musik latar Kalanoro mengawinkan irama tradisional Malagasi berkecepatan tinggi (Salegy dan petikan gitar tsapiky.
  • Kalanoro adalah sebuah pencapaian yang membanggakan bagi kancah game independen Madagaskar dan Afrika.
Jakarta: Game saat ini kerap didominasi oleh mitologi Nordik, fantasi feodal Jepang, atau lanskap pasca-apokaliptik Barat. Kalanoro membuktikan bahwa cerita rakyat dari sudut benua yang jarang tersorot mampu menghadirkan pesona yang segar. Dikembangkan oleh Red Raketa Studio, studio game independen asal Antananarivo, Madagaskar, game ini berhasil menarik perhatian publisher internasional seperti New Tales dan raksasa industri Sega.

Melalui kombinasi platformer tiga dimensi berperspektif isometrik, pertarungan slapstick komikal, dan simulasi manajemen band yang bersahaja, Kalanoro merayakan identitas budaya Malagasi dengan penuh kehangatan. Di balik visualnya yang ramah keluarga, tersimpan petualangan satir yang menyenangkan mengenai perlawanan terhadap korporasi melalui kekuatan musik.
 
kalanoro_1
 

Lawan Tirani Industri Pakai Nada Musik

Kisah petualangan ini berlatar di Lemuria, pulau tropis yang terinspirasi dari bentang alam dan ekosistem asli Madagaskar. Dahulu Lemuria merupakan surga yang damai, tetapi kini pulau tersebut dikuasai oleh Raneny, seorang penyihir tiran sekaligus industrialis jahat. Raneny mengeksploitasi sumber daya alam pulau, memaksa satwa lokal bekerja, dan mengotori lingkungan dengan pabrik-pabrik mekanis berasap hitam. Merasa jenuh dengan tirani hariannya, Raneny berniat menggelar konser megah di ibu kota hanya demi hiburan pribadinya.

Di sinilah muncul protagonis kita, Kalakely. Ia adalah seekor makhluk kecil berbulu lebat dari bangsa Kalanoro, makhluk mitologi Madagaskar yang dikenal lincah, pemalu, dan pembawa keberuntungan. Didorong oleh sebuah ramalan palsu yang entah bagaimana terasa sah, Kalakely memikul tugas menyelamatkan pulau tersebut.

Ketimbang memberontak dengan senjata tajam atau mesiu, Kalakely ia harus menjelajahi seluruh penjuru Lemuria, membebaskan musisi lemur legendaris yang ditawan, membentuk band musik terhebat, dan menyabotase konser akbar Raneny demi menyalakan api revolusi rakyat. Premis ini memberikan nuansa anti-kapitalis yang dibalut humor segar dan optimisme.
 
kalanoro_2
 

Platformer Isometrik Enak

Alih-alih menggunakan kamera di belakang punggung standar atau gaya side-scrolling 2D, Red Raketa Studio memilih sudut pandang isometrik yang biasa ditemukan pada genre dungeon-crawler. Sudut pandang ini memberikan visibilitas luas terhadap jebakan mekanis, teka-teki lingkungan, dan rute rahasia.

Tingkat eksplorasi Kalanoro dirancang sangat ringkas (bite-sized), dengan sebagian besar level dapat diselesaikan dalam durasi 2-5 menit. Keputusan desain ini membuat tempo permainan terasa dinamis dan sangat menghargai waktu pemain. Kalakely dibekali kelincahan akrobatik, mulai dari double jump hingga kemampuan Dash omnidireksional di darat maupun udara untuk menerobos pagar tombak dan sengatan listrik. Pemain juga bisa menekan tombol pemicu udara untuk melancarkan Downward Dash, yaitu hantaman vertikal ke bawah yang berfungsi mengaktifkan tombol lantai mekanis atau memecahkan lantai rapuh.

Tingkat kesulitan platformer dalam Kalanoro tergolong sangat pemaaf. Jika terjatuh ke jurang, karakter akan langsung muncul kembali di daratan terdekat tanpa penalti berarti. Pengurangan nyawa dapat ditambal dengan mengonsumsi blue orbs yang tersebar di sepanjang lintasan tanpa menghilangkan item koleksi yang sudah didapat. Ini membuat navigasi terasa santai tanpa menghilangkan kepuasan mengumpulkan 100% item koleksi, termasuk poster promosi band yang tersembunyi di sudut-sudut peta.
 
kalanoro_3
 

Kalate, Rambut Ajaib, dan Sandal Jepit

Gaya pertarungan Kalanoro menjauh dari kesan brutal, lebih ke komedi fisik yang jenaka. Pertarungan jarak dekat mengandalkan Kalate, seni bela diri pukulan cepat Kalakely yang dieksekusi dengan menekan tombol dasar secara ritmis.

Keunikan utama pertempuran terletak pada rambut ajaib sang pahlawan. Rambut panjang dan lebat milik Kalakely dapat digerakkan sesuka hati, berfungsi sebagai cambuk untuk meremukkan peti dari kejauhan, alat penjerat untuk melumpuhkan musuh berarmor tebal, hingga grappling hook untuk berayun melintasi jurang.

Tak kalah menghibur adalah interaksi senjata dadakan. Kalakely dapat memungut benda-benda di sekitar dan melemparkannya ke arah minion Raneny. Di antara persenjataan tersebut terdapat wajan penggorengan besi, palu, rambu peringatan jalan, sayuran mentah, hingga senjata legendaris para ibu di seluruh dunia: sepasang sandal jepit karet.

Pertarungan melawan bos, seperti raksasa legendaris Rapeto, menuntut pengenalan pola serangan dan kesabaran. Pemain harus menghindari gelombang rintangan sebelum memanfaatkan celah kecil saat bos berada dalam kondisi rentan untuk melancarkan kombo Kalate. Meskipun menantang, ketersediaan drop penambah darah yang melimpah membuat pertarungan bos tetap menyenangkan bagi pemain pemula.
 
kalanoro_4
 

Manajemen Bus Tur dan Logistik Kuliner

Di antara misi platformer, pemain akan kembali ke sebuah taksi semak reyot yang berfungsi sebagai markas berjalan sekaligus tempat berkumpulnya para lemur yang telah diselamatkan. Fase ini menghadirkan perpaduan simulasi ringan dan interaksi sosial.

Salah satu elemen penting di dalam bus adalah sistem memasak. Selama menjelajahi Lemuria, pemain memetik berbagai komoditas khas Madagaskar seperti singkong, kelapa, vanila, tebu, leci, dan tepung beras. Di dapur bus, dengan berbekal Resep Nenek, Kalakely dapat meracik hidangan tradisional seperti koba (kue manis kacang dan gula merah yang dikukus dalam daun pisang), ravitoto (olahan daun singkong tumbuk), dan semur singkong lezat.

Setiap musisi lemur memiliki preferensi makanan yang sangat selektif. Pemain harus rutin mengajak mereka mengobrol untuk mengetahui makanan idaman mereka. Jika kebutuhan perut mereka diabaikan, moral lemur akan anjlok drastis. Mereka bahkan bisa kabur dari bus atau tertangkap kembali oleh patroli Raneny, sehingga menghalangi laju cerita hingga pemain menyelamatkan mereka kembali.

Siklus siang dan malam turut memengaruhi dinamika markas. Saat malam tiba, para lemur akan tidur pulas dan menolak makan. Pemain harus menyalakan pemutar kaset stereo untuk membangunkan mereka dengan musik sebelum bisa menyajikan makanan.
Denyut Musik Salegy dan Warna Tropis

Secara visual, Kalanoro tampil memukau dengan memanfaatkan Unreal Engine. Desain visualnya menggabungkan nuansa kartun Sabtu pagi dengan lanskap eksotis Madagaskar: pohon baobab raksasa, formasi karst tajam tsingy, dan hutan berduri yang dipadukan secara kontras dengan pabrik industri kotor milik Raneny. Warna-warnanya cerah dan saturasi visualnya memanjakan mata.
 
kalanoro_5


Aspek audio menjadi keunggulan berikutnya. Musik latar Kalanoro mengawinkan irama tradisional Malagasi berkecepatan tinggi (Salegy dan petikan gitar tsapiky) dengan sentuhan funk urban, ketukan hip-hop modern, dan pop elektronik. Kolaborasi dengan musisi terkemuka Madagaskar seperti Denise, Marco Klarck, dan artis hip-hop Jyeuhair memberikan identitas suara yang sangat autentik. Trek andalan seperti Lemuria Banana karya komposer Ando Lalaina menjadi lagu tema pengiring aksi yang langsung menempel di ingatan.

Kendati kaya akan pesona dan keunikan budaya, Kalanoro bukan tanpa kekurangan. Salah satunya adalah uutinitas di dalam taxi-brousse lama-kelamaan terasa seperti pekerjaan rumah yang membosankan. Keharusan menyalakan radio secara manual setiap kali masuk, memotong alur petualangan platformer yang seru. Konsekuensi lemur kabur jika makanannya telat juga lebih terasa sebagai beban pengulangan daripada mekanik strategis.

Kedua adalah pada eksekusi esensi cerita. Membangun band adalah tujuan utama kampanye cerita, tetapi sekuens konser di akhir wilayah justru direduksi menjadi Quick Time Events (QTE) sederhana dan aksi bidik kursor minim tantangan. Peluang untuk menghadirkan mini-game ritme mendalam sayangnya tidak dimanfaatkan secara maksimal.
 
PLATFORM: PC, PS5, Xbox Series X/S, Nintendo Switch
DEVELOPER: Red Raketa Studios
PUBLISHER: Sony Interactive Entertainment
TANGGAL RILIS: 24 September 2026
GENRE: Action-Adventure

Kesimpulan
Kalanoro adalah sebuah pencapaian yang membanggakan bagi kancah game independen Madagaskar dan Afrika. Red Raketa Studio berhasil mengubah folklor kuno menjadi medium digital yang segar, penuh warna, dan jenaka tanpa kehilangan kedalaman akarnya.

Game ini mungkin tidak ditujukan bagi pemain yang mencari tantangan platformer tingkat tinggi, mengingat rancangannya sangat berorientasi kasual dan ramah keluarga. Namun, bagi siapa saja yang mendambakan petualangan ceria berdurasi santai, aksi memukul robot jahat menggunakan sandal jepit, serta lantunan musik Afrika yang menggetarkan semangat, Kalanoro adalah tiket tur musik keliling pulau yang sangat layak untuk dinikmati.
 
 
8.8
Kalanoro
Plus
  • Kemas cerita kuno Afrika simpel tapi berwarna
  • Tingkat kesulitan ringan
  • Visual isometrik bagus
Minus
  • Rutinitas terbatas di bus


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA