Menggabungkan elemen aksi dan ritme musik, penggarapan proyek ini memakan waktu hampir empat tahun. Tathvamasi Studios merancang dunia permainan secara mendalam, mulai dari tata lingkungan, karakter, hingga animasi yang diilustrasikan secara khusus demi menghadirkan identitas visual yang khas.
"Suri adalah surat cinta kami untuk game-game yang kami cintai, namun dengan sentuhan khas pada mekanik gameplay dan presentasi," ujar CEO Tathvamasi Studios sekaligus Game Director, Glen Martin.
Sebagai bentuk perayaan peluncuran, pengembang turut merilis cuplikan (trailer) gameplay baru yang menyoroti fitur unggulan berupa adegan pelarian sinematik. Pada momen tersebut, aksi karakter utama bernama Ajira melintasi rintangan bergerak secara presisi mengikuti irama dan ketukan musik pendukung.
Perpaduan Tradisi Musik India dan Presisi Ketukan 480 Milidetik
Komposisi musik dalam Suri: The Seventh Note dirancang berdasarkan eksplorasi latar bioma yang terinspirasi oleh kekayaan budaya dan keanekaragaman hayati di India. Pengembang mengadaptasi arsitektur Rajput untuk kawasan gurun, estetika suku Theyyam dari Kerala untuk area hutan, serta arsitektur Sikkim pada bioma pegunungan. Kendati mengambil referensi cerita rakyat setempat untuk pembangunan dunia (world-building), narasi dan karakter yang disajikan tetap bersifat orisinal tanpa mengeksploitasi mitologi secara berlebihan.Pengalaman audio dibuat lebih autentik melalui perekaman instrumen analog langsung untuk 80 persen latar musiknya. Pengembang memanfaatkan alunan biola, seruling bambu, veena, vokal tradisional Karnatik, hingga instrumen perkusi lokal seperti idakkai dan ghanjira. Pemilihan instrumen disesuaikan dengan wilayah pulau, misalnya instrumen veena yang mendominasi kawasan selatan dan musik tradisional Rajasthan untuk area gurun.
Dari segi mekanik gameplay, tantangan terbesar tim adalah menyelaraskan keanekaragaman musik tersebut dengan respons kendali pemain. Setelah melalui beragam tahap uji coba, Tathvamasi Studios menetapkan rentang waktu optimal 480 milidetik di antara ketukan utama. Skema ini menghasilkan perpaduan tempo bergaya hip-hop bersatu padu dengan tekstur musik tradisional India yang dinamis.
Dukungan PlayStation India Hero Project dan Peluncuran DLC
Pengembangan game ini turut didukung oleh program PlayStation India Hero Project. Kolaborasi dengan tim Sony PlayStation membantu studio merancang Rhythm Haptics Engine guna mengoptimalkan respons getaran serta performa game saat dimainkan di konsol PS5.Bersamaan dengan peluncuran game utama, Tathvamasi Studios juga merilis konten tambahan (DLC) bertajuk Trials of Yama. DLC berbentuk prekuel ini menghadirkan ruang tantangan dan teka-teki baru. Pemain akan mengendalikan karakter Jaya muda: ibu dari Ajira yang berjuang melintasi berbagai rintangan ritmis dan musuh baru untuk bersatu kembali dengan pasangannya, Veer.
Berikut adalah rincian harga serta konten dari edisi yang dipasarkan:
-Edisi Standar: USD19,99 (sekitar Rp315.000). Saat periode peluncuran, edisi ini mendapatkan diskon 20% menjadi USD15,99 (sekitar Rp252.000).
-Edisi Deluxe: USD24,99 (sekitar Rp395.000). Saat periode peluncuran, edisi ini mendapatkan diskon 20% menjadi USD19,99 (sekitar Rp315.000).
Edisi Deluxe mencakup game utama, skin eksklusif Chandini yang tidak dijual terpisah, serta akses langsung ke DLC Trials of Yama. Bagi pemilik Edisi Standar, DLC Trials of Yama juga dapat dibeli secara terpisah.
(Nur Aldiansyah Amirulloh)