Salah satu yang paling terasa adalah menurunnya dominasi M416, senjata yang selama ini dikenal sebagai “senjata sejuta umat”. Kini, pemain termasuk di level profesional mulai melirik kombinasi senjata lain seiring perubahan performa dan keseimbangan gameplay.
M416 Tak Lagi Jadi Andalan
Dalam beberapa musim terakhir, M416 identik dengan stabilitas dan fleksibilitas di berbagai jarak. Recoil yang mudah dikontrol membuatnya hampir selalu menjadi pilihan utama.
Namun di update 4.2, performanya dinilai tidak lagi sekuat sebelumnya. Pro player sekaligus legenda PUBG Mobile Indonesia, Muhammad “Ryzen” Albi, ikut menyoroti perubahan tersebut.
“Menurut saya, update ini bagus. AKM juga tambah bagus, tapi pakai M4 sekarang terasa seperti ‘kerupuk’,” ujar Ryzen.
Istilah “kerupuk” yang ia gunakan menggambarkan damage M416 yang kini terasa kurang menggigit. Menurutnya, dalam duel jarak menengah, spray M416 kerap gagal mengamankan knock meski tembakan sudah tepat sasaran.
AUG Jadi Pengganti Utama 5.56mm
Untuk kategori peluru 5.56mm atau peluru hijau, Ryzen kini lebih merekomendasikan AUG. Sejak tidak lagi eksklusif di airdrop, AUG terus mendapat penyesuaian hingga kini dinilai lebih unggul dibanding M416.
Stabilitas recoil dan bullet velocity yang lebih tinggi membuat AUG lebih konsisten untuk pertarungan jarak menengah hingga jauh. Di meta 2026, AUG dianggap sebagai opsi paling relevan untuk kategori senjata 5.56mm.
AKM Kembali Kuat di Jarak Dekat
Selain AUG, AKM juga kembali menjadi pilihan kuat di jarak dekat. Dengan peluru 7.62mm yang memiliki damage besar, AKM dinilai sangat efektif untuk duel cepat.
“AKM bakal kepakai banget. Dalam skenario jarak dekat, dua peluru ke kepala saja sudah cukup untuk knock,” tambah pemain yang dijuluki Super Manggis tersebut.
Kombinasi AUG untuk jarak menengah dan AKM untuk close combat kini menjadi loadout yang banyak dipertimbangkan.
Adaptasi Jadi Kunci
Perubahan meta di update 4.2 menegaskan bahwa tidak ada senjata yang akan terus dominan di setiap musim. Penyesuaian yang dilakukan pengembang membuat pemain harus terus beradaptasi, terutama di level kompetitif.
Dengan meta terbaru ini, pilihan senjata dan gaya bermain kembali mengalami pergeseran. Pemain disarankan mencoba berbagai opsi untuk menemukan komposisi yang paling sesuai dengan kebutuhan tim dan strategi permainan.
(Sheva Asyraful Fali)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News