Hadir di Indonesia, ESL Digandeng Konglomerat Salim Group

Cahyandaru Kuncorojati 21 September 2018 11:05 WIB
gamesesport
Hadir di Indonesia, ESL Digandeng Konglomerat Salim Group
ESL. (Jeroen Weimar)
Jakarta: Industri esport mulai mendapat tempat spesial di Indonesia, termasuk dari pelaku bisnis yang turut ingin membesarkan esport sebagai industri besar. Kabar terbaru menyebutkan perusahaan konglomerat Tanah Air Salim Group terjun ke dunia esport.

Organisasi esport internasional dan terkemuka ESL menyatakan bahwa mereka kini bermitra dengan Salim Group dalam mempercepat pertumbuhan esport di Indonesia.

"Kami sangat senang telah menemukan mitra strategis yang tertarik dengan pertumbuhan esport di Indonesia," ungkap Senior VP ESL Asia Pacific & Japan Nick Vanzetti, dikutip dari keterangan resmi kepada Medcom.id.


"Salim Group, dengan reputasi yang mendunia dan sejarahnya yang kuat di Indonesia, sangat cocok untuk apa yang kami targetkan untuk membangun pasar di tahun-tahun mendatang," tambah Vanzetti.

Salim Group yang berdiri di tahun 1949 merupakan perusahaan konglomerat yang memiliki bisnis terintegrasi mulai dari makanan, agribisnis, distribusi dan ritel, telekomunikasi, jasa keuangan, dan banyak lagi.

Pihak ESL meyebutkan, bersama dengan Salim Group, ESL akan membawa seri National Championships, liga esport yang sudah teruji keberhasilannya di lebih dari 20 negara di dunia, untuk mendukung pahlawan lokal dan mendorong pertumbuhan komunitas esport di Indonesia.

Menurut ESL dengan populasi muda dan sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat di dunia, Indonesia siap untuk menjadi salah satu pasar terbesar dalam industri game dan esport.

Langkah pertama kerja sama kedua pihak adalah akan menggelar ESL National Championship di Indonesia pada tahun 2019 dalam bentuk turnamen online dan diakhir turnamen offline. Terkait game yang dipertandingkan, disebutkan ESL akan menyusul dalam pengumuman selanjutnya.



(MMI)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.