"Game tersebut (Fortnite) harusnya dilarang. Dimana sisi keuntungan yang diperoleh dengan memiliki game tersebut di setiap rumah? Ini hanya menyebabkan adiksi," tutur Pangeran Herry saat diwawancara terkait tren media sosial dan gaming, dikutip dari BBC.
"Adiksi yang membuat dirimu hanya berada di depan komputer selama mungkin. Hal tersebut jelas tidak bertanggung jawab. Ini seperti membuat kita menunggu dampak buruk yang akan terjadi dan membuat anak tidak keluar rumah dan merusak hubungan dalam keluarga," jelasnya.
Meskipun begitu, Pangeran Harry juga mengakui bahwa media sosial lebih adiktif dibandingkan minuman beralkohol dan narkotika. Pernyataan Pangeran Harry adalah sedikit opini dari tokoh dunia terhadap kepopuleran game Fortnite buatan Epic Games di Amerika dan Eropa.
Di Inggris, game Fortnite menjadi masalah serius. Di September lalu, Medcom.id pernah melaporkan hasil riset dari lembaga di Inggris yang menemukan Fortnite jadi faktor perceraian pasangan di negara tersebut.
Dikutip dari CNET, data forum Divorce Online menyebutkan bahwa kecanduan game menjadi salah satu penyebab terjadinya perceraian di Inggris. Salah satunya adalah Fortnite.
"Kecanduan narkoba, alkohol, dan perjudian adalah alasan yang sering diungkapkan sebagai penyebab perceraian namun di era digital saat ini banyak kecanduan baru yang menyumbang sebagai penyebeab perceraian," ungkap pewakilan Divorce Online.
Game Fortnite menjadi salah satu dari sekian banyak alasan penyebab perceraian yang diakibatkan kecanduan game online. Tercatat alasan tersebut muncul sejak 1 Januari 2018 dan sudah mencapai 200 petisi gugatan perceraian yang diajukan terkait kecanduan game Fortnite.
Dari 4.665 petisi gugatan perceraian yang diajukan di Inggris berarti lima persennya disebabkan oleh game tersebut. Menurut perwakilan Online Divorce angka tersebut cukup mengejutkan, karena artinya hal ini cukup serius.
"Saat ini kecanduan terhadap konten pornografi online, game online dan media sosial telah menjadi beberapa penyebab perceraian. Kami tidak terkejut apabila kecanduan terhadap konten digital menjadi masalah dalam sebuah hubungan," tambah pernyataan dari Divorce Online.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News