Evil Geniuses (EG) merayakan kemenangan sebagai juara dunia VALORANT Champions 2023. (Foto: Riot Games)
Evil Geniuses (EG) merayakan kemenangan sebagai juara dunia VALORANT Champions 2023. (Foto: Riot Games)

Evil Geniuses Bakal Tutup, Akhir Perjalanan Lebih 25 Tahun di Esports

Mohamad Mamduh • 21 Oktober 2026 17:11
Ringkasnya gini..
  • Evil Geniuses mengumumkan penghentian operasional harian mulai 2 November 2026 setelah lebih dari 25 tahun berkiprah di esports.
  • CEO Chris DeAppolonio menyebut keterbatasan sponsor dan meningkatnya biaya kompetisi sebagai tantangan utama keberlanjutan bisnis.
  • EG meninggalkan sejumlah prestasi, termasuk gelar The International 2015 di Dota 2 dan VALORANT Champions 2023.
Jakarta: Organisasi esports legendaris asal Amerika Utara, Evil Geniuses (EG), mengumumkan akan menghentikan aktivitas kompetitif dan operasional hariannya mulai 2 November 2026. Keputusan ini menandai akhir perjalanan organisasi yang telah berkiprah selama lebih dari 25 tahun di industri esports.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun media sosial resmi Evil Geniuses pada 21 Oktober 2026. CEO EG, Chris DeAppolonio, menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya membangun kembali organisasi melalui stabilisasi operasional, peningkatan keterlibatan komunitas, pemulihan citra publik, serta pengembangan divisi game dan kreator konten.

Namun, berbagai upaya tersebut belum cukup untuk menjamin keberlanjutan bisnis di tengah tantangan industri esports. Keterbatasan sponsor dan meningkatnya biaya kompetisi menjadi faktor utama di balik keputusan tersebut.
 

Alasan Evil Geniuses Menghentikan Operasional


Evil Geniuses menilai kondisi industri esports semakin sulit, terutama bagi organisasi yang ingin terus bersaing di level tertinggi. Biaya operasional yang meningkat tidak diimbangi dengan peluang sponsor yang memadai.

“Sayangnya, industri esports terus menghadapi tantangan besar, termasuk terbatasnya sponsor dan meningkatnya biaya untuk berkompetisi di level tertinggi. Terlepas dari investasi berkelanjutan dan dedikasi tim EG, kami menyimpulkan bahwa bisnis ini tidak dapat dijalankan secara bertanggung jawab dalam kondisi saat ini,” tulis DeAppolonio dalam pernyataanya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keputusan EG bukan diambil tanpa upaya penyelamatan sebelumnya. Manajemen telah mencoba memperbaiki kondisi organisasi, tetapi akhirnya menilai model bisnisnya tidak lagi berkelanjutan dalam situasi saat ini.
 

Nasib Pemain dan Staf Evil Geniuses


Penghentian operasional berdampak pada pemain, pelatih, kreator konten, dan staf yang berada di bawah naungan EG. Organisasi menyatakan akan bekerja sama dengan mereka selama proses transisi berlangsung.

Pemain dari seluruh roster sudah diperbolehkan menjalin komunikasi dengan organisasi esports lain sejak pengumuman disampaikan. Namun, terdapat ketentuan khusus untuk divisi VALORANT: pemain dan pelatih baru dapat menandatangani kontrak dengan tim baru setelah musim kompetisi 2026 berakhir pada 2 November.

DeAppolonio juga meminta organisasi esports dan perusahaan yang sedang membuka lowongan untuk mempertimbangkan anggota tim EG.

“Saya secara pribadi akan memberikan rekomendasi bagi setiap pemain, kreator, dan staf yang pernah bekerja di sini,” tulisnya.

Ia turut membagikan alamat emailnya bagi pihak yang memiliki peluang kerja atau membutuhkan rekomendasi. Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk membantu anggota EG menemukan kesempatan baru setelah organisasi berhenti beroperasi.
 

Prestasi Ikonik Evil Geniuses di Dunia Esports


Meski menghadapi akhir perjalanan organisasinya, Evil Geniuses meninggalkan rekam jejak panjang di berbagai cabang esports. Berdiri sejak 1999, EG pernah menaungi tim di sejumlah game, termasuk Dota 2, VALORANT, Counter-Strike, League of Legends, dan Call of Duty.

Salah satu pencapaian terbesarnya adalah menjuarai The International 2015 di Dota 2. Kemenangan tersebut menjadikan EG tim Amerika Utara pertama yang meraih gelar juara di turnamen tersebut.

Di cabang VALORANT, EG juga menjuarai VALORANT Champions 2023 setelah mengalahkan Paper Rex dengan skor 3-1 pada grand final.

Selain itu, EG pernah memenangkan Call of Duty World League Championship 2018. Deretan prestasi tersebut mengukuhkan nama Evil Geniuses sebagai salah satu organisasi yang berpengaruh dalam sejarah kompetisi esports internasional.
 

Evil Geniuses Sampaikan Terima Kasih kepada Penggemar


Dalam pernyataan perpisahannya, DeAppolonio menyampaikan apresiasi kepada pemain, staf, penggemar, dan mitra yang telah mendukung EG selama bertahun-tahun.

“Kepada para pemain, staf, dan semua orang yang telah mencurahkan hati serta tenaga mereka untuk EG selama beberapa tahun terakhir, kalian semua luar biasa. Kami telah memberikan segalanya untuk organisasi ini. Saya tidak bisa meminta tim yang lebih baik,” tulis DeAppolonio.

Ia juga berterima kasih kepada semua pihak yang pernah mengenakan logo Evil Geniuses, penggemar yang terus memberikan dukungan, serta mitra yang telah menjadi bagian dari perjalanan organisasi selama lebih dari 25 tahun.

Bagi EG, penghentian operasional ini menjadi penutup perjalanan panjang yang diwarnai berbagai pencapaian kompetitif. Organisasi tersebut kini berfokus menjalankan proses transisi bagi para pemain dan staf sebelum aktivitas hariannya berakhir pada 2 November 2026.

(Sheva Asyraful Fali)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA