Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Timnas Esports Indonesia yang dipersiapkan untuk menghadapi Asian Games ke-20 Aichi-Nagoya 2026 di Jepang dan Global Esports Games (GEG) Los Angeles 2026 di Amerika Serikat.
Mengusung semangat “We Got Your Back”, kerja sama ini tidak hanya menempatkan dukungan industri dalam bentuk sponsor, tetapi juga mendorong penguatan ekosistem yang menopang persiapan atlet, termasuk melalui pendekatan sports science.
Manager Tim Nasional Esports Indonesia, Glorya Famiela Ralahalo, mengatakan perjuangan atlet di panggung internasional membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
“PB ESI berkomitmen menyiapkan para atlet melalui pembinaan yang serius, modern, dan terukur untuk menghadapi rangkaian kompetisi internasional," ujar Glorya.
Salonpas Dukung Pelatnas Timnas Esports Indonesia
Presiden Direktur PT Hisamitsu Pharma Indonesia, Ryo Sato, mengapresiasi kolaborasi bersama PB ESI dalam mendukung persiapan Timnas Esports Indonesia.Menurutnya, esports merupakan cabang olahraga modern yang berkembang dengan pesat. Karena itu, kesiapan fisik tetap menjadi salah satu faktor penting bagi atlet untuk mencapai performa terbaik.
Sato berharap kemitraan strategis antara Salonpas dan PB ESI dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekosistem esports Indonesia secara berkelanjutan.
“Kami berharap kemitraan strategis Salonpas dan PB ESI dapat semakin memperkuat ekosistem esports Indonesia dan berkontribusi pada pertumbuhan yang berkelanjutan. Mari kita bersama-sama mendukung Tim Indonesia dan mengibarkan Sang Merah Putih dengan penuh kebanggaan di panggung internasional,” katanya.
Bagi Salonpas, dukungan terhadap Timnas Esports Indonesia juga sejalan dengan misi perusahaan untuk menyebarluaskan budaya “Te-A-Te”, yang menekankan kepedulian, kasih, dan perhatian kepada orang lain.
Sports Science Jadi Bagian dari Pembinaan Atlet
Dalam program Pelatnas, PB ESI menerapkan pendekatan sports science untuk melengkapi persiapan teknis para atlet. Pendekatan tersebut mencakup pemantauan kondisi fisik dan mental, nutrisi, pengelolaan beban latihan, pemulihan, serta analisis performa.Glorya menjelaskan bahwa tim sports science membantu memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kondisi dan kebutuhan masing-masing atlet. Pemantauan juga melibatkan berbagai tenaga pendukung, seperti nutrisionis, dokter, dan psikolog.
Pendekatan tersebut diperlukan karena atlet esports harus mampu mempertahankan konsentrasi dalam sesi latihan maupun pertandingan yang berlangsung panjang. Kondisi fisik yang baik menjadi salah satu fondasi agar atlet dapat tetap fokus ketika menghadapi kompetisi.
Pelatnas Timnas Esports Indonesia sendiri disiapkan secara intensif, modern, dan terukur. Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk kompetisi 2026, tetapi juga mencakup tahapan persiapan menuju kompetisi-kompetisi internasional pada 2027.
Tim Sports Science Pantau Kondisi Atlet
Tim Sport Science Timnas Esport Indonesia, Yudhi Esa Saputra, mengatakan kesinambungan program Pelatnas menjadi penting karena Timnas akan menghadapi sejumlah agenda internasional dengan karakter dan tingkat persaingan yang berbeda.“Setiap kompetisi membutuhkan persiapan yang matang dan evaluasi yang berkesinambungan. Program latihan, evaluasi performa, serta pengelolaan kondisi fisik dan mental disusun secara terukur berdasarkan kebutuhan atlet dan target kompetisi. Para atlet juga menjalani latihan teknis, fisik, dan mental dengan intensitas tinggi,” ungkap Yudhi.
Menurut Yudhi, aspek fisik atlet juga perlu mendapat perhatian, mulai dari mobilitas, postur, daya tahan, hingga kenyamanan otot dan sendi. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga atlet agar tetap siap menjalani sesi latihan dan pertandingan dengan nyaman serta mampu berkonsentrasi secara optimal.
Penerapan sports science juga dilakukan melalui pengumpulan data dan evaluasi kondisi atlet secara berkala. Tim kemudian dapat menggunakan hasil pemantauan tersebut sebagai dasar untuk menyusun program latihan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing atlet.
Dalam pelaksanaannya, atlet juga mendapatkan latihan fisik seperti mobility, flexibility, strength, dan endurance. Sebagian atlet bahkan mulai melakukan latihan secara mandiri di luar program yang diberikan tim sports science.
Program Pelatnas akan terus berjalan mengikuti kebutuhan dan agenda kompetisi. Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 September-4 Oktober 2026, sedangkan GEG Los Angeles 2026 dijadwalkan pada 1-7 Desember 2026. Pelatnas juga menjadi bagian dari tahapan persiapan menuju kompetisi internasional pada 2027.
(Sheva Asyraful Fali)