RRQ EWC 2026 viewership recap. (Foto: Team RRQ)
RRQ EWC 2026 viewership recap. (Foto: Team RRQ)

Tanpa Hoshi, Hours Watched RRQ di EWC 2026 Justru Naik 44 Persen!

Mohamad Mamduh • 03 September 2026 21:10
Ringkasnya gini..
  • RRQ mencatat pertumbuhan Hours Watched sebesar 44 persen di EWC 2026 meski tidak membawa RRQ Hoshi.
  • PUBG Mobile menjadi penyumbang terbesar dengan 46,7 persen dari total Hours Watched RRQ di EWC 2026.
  • Bahasa Hindi menjadi audiens terbesar RRQ dengan kontribusi 19,8 persen dari total Hours Watched selama EWC 2026.
Jakarta: RRQ tetap mencatat pertumbuhan jumlah tontonan di Esports World Cup (EWC) 2026 meski tidak membawa divisi Mobile Legends, RRQ Hoshi. Berdasarkan data Esports Charts, Hours Watched RRQ meningkat 44 persen secara year-on-year dibandingkan EWC 2025.

Pada EWC 2026, RRQ hadir melalui lima game berbeda, yakni PUBG Mobile, Free Fire, Apex Legends, Valorant, dan TrackMania. Dari keseluruhan partisipasi tersebut, RRQ mencatat 804.934 Hours Watched, dengan Peak Viewers sebesar 804.934 dan Average Viewers mencapai 319.467.

Angka tersebut menarik karena Mobile Legends selama ini menjadi salah satu divisi terbesar yang membawa nama RRQ di ekosistem esports. Namun, ketidakhadiran RRQ Hoshi ternyata tidak membuat eksposur organisasi ikut merosot.
 

Lima Game Tetap Bawa Eksposur RRQ


Co-founder dan CEO Esports Charts, Artyom Odintsov, menilai pertumbuhan Hours Watched RRQ menjadi salah satu hasil yang cukup menarik dari EWC 2026.

“Hours Watched RRQ di EWC 2026 tumbuh 44 persen secara year-on-year dibandingkan EWC 2025. Ini menandai peningkatan signifikan dalam total volume tontonan yang dihasilkan RRQ, meskipun Peak Viewers menurun dibandingkan tahun lalu,” ujar Artyom.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa jangkauan RRQ selama EWC 2026 tidak hanya berasal dari satu divisi. Kehadiran organisasi di lima game memberikan sumber eksposur yang lebih beragam sepanjang turnamen.

Namun, besarnya Hours Watched tidak bisa langsung dianggap sebagai ukuran popularitas RRQ. Karakteristik masing-masing game dan format pertandingan ikut menentukan bagaimana angka tersebut terbentuk.
 

PUBG Mobile Jadi Penopang Utama


Dari lima game yang diikuti RRQ, PUBG Mobile memberikan kontribusi terbesar dengan 46,7 persen dari total Hours Watched.

Free Fire berada di urutan berikutnya dengan 28 persen, kemudian Apex Legends sebesar 24,2 persen. Dua game lainnya memberikan kontribusi yang jauh lebih kecil, yakni Valorant sebesar 0,8 persen dan TrackMania sebesar 0,3 persen.

Besarnya kontribusi PUBG Mobile berkaitan dengan skala PUBG Mobile World Cup 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian EWC. Turnamen tersebut tercatat sebagai salah satu kompetisi dengan jumlah Hours Watched tertinggi sepanjang EWC 2026.

Dengan jumlah penonton turnamen yang besar, tim-tim yang berpartisipasi di dalamnya turut mendapatkan kontribusi terhadap volume tontonan yang tercatat.
 

Angka Battle Royale Tidak Bisa Dibaca sebagai Popularitas Tim


Ada alasan lain mengapa data Hours Watched RRQ perlu dilihat secara hati-hati. Sebagian besar angka tersebut berasal dari game battle royale.

Berbeda dengan pertandingan head-to-head yang mempertemukan dua tim secara langsung, battle royale melibatkan banyak tim dalam satu lobby. Penonton yang menyaksikan satu ronde pada dasarnya dapat melihat pertandingan banyak tim sekaligus.

Artyom menjelaskan bahwa sistem tersebut membuat jumlah tontonan tidak dapat dipisahkan secara akurat berdasarkan tim tertentu.

“Hours Watched yang dihasilkan sebuah ronde akan diatribusikan kepada seluruh tim yang berada di dalam lobby. Karena itu, tidak mungkin memisahkan secara tepat berapa bagian yang berasal dari masing-masing tim,” jelas Artyom.

Dengan demikian, Hours Watched yang teratribusi kepada RRQ di PUBG Mobile, Free Fire, dan Apex Legends tidak berarti seluruh durasi tersebut berasal dari penonton yang secara khusus ingin menyaksikan RRQ.

Kondisi ini menjadi semakin penting karena 98,9 persen total Hours Watched RRQ pada EWC 2026 berasal dari game battle royale.

Organisasi yang lebih sering bermain di turnamen battle royale berpotensi memperoleh Hours Watched lebih tinggi dibandingkan organisasi yang mayoritas tampil dalam pertandingan head-to-head. Karena itu, perbandingan antartim perlu mempertimbangkan format kompetisi yang mereka ikuti.
 

RRQ Masuk Empat Besar Asia Tenggara


Jika dilihat dari keseluruhan EWC 2026, RRQ menempati peringkat ke-21 secara global berdasarkan Hours Watched, baik ketika babak kualifikasi turut dihitung maupun saat hanya main event yang digunakan.

Di kawasan Asia Tenggara, RRQ berada di posisi keempat, di bawah eArena, Yangon Galacticos, dan Bigetron Esports.

Namun, posisi tersebut tidak bisa langsung diterjemahkan sebagai peringkat popularitas organisasi esports di Asia Tenggara. Perbedaan game, jumlah pertandingan, durasi kompetisi, hingga format turnamen dapat memengaruhi total Hours Watched.

Karena itu, data tersebut lebih tepat digunakan untuk melihat seberapa besar eksposur masing-masing organisasi selama EWC 2026.
 

Bahasa Hindi Jadi Audiens Terbesar RRQ


Data Esports Charts juga memperlihatkan temuan menarik mengenai bahasa penonton RRQ. Bahasa Hindi menyumbang 19,8 persen dari Hours Watched RRQ di EWC 2026.

Bagi organisasi asal Indonesia, angka tersebut memang cukup mencolok. Namun, dominasi Hindi berkaitan dengan game yang menjadi sumber utama tontonan RRQ, khususnya PUBG Mobile dan Free Fire.

“Bahasa Hindi menjadi bahasa dengan jumlah tontonan terbesar untuk RRQ. Hal ini mencerminkan kuatnya audiens berbahasa Hindi di sekitar PUBG Mobile dan Free Fire,” ujar Artyom.

Kedua game tersebut secara keseluruhan menyumbang 74,7 persen dari total Hours Watched RRQ pada main event EWC 2026.

Co-streaming juga menjadi salah satu faktor yang berpengaruh. Salah satu nama yang disebut adalah Snax Gaming, unofficial co-streamer yang menghasilkan porsi besar dari audiens berbahasa Hindi.

Pada PUBG Mobile World Cup 2026, Snax Gaming menyumbang 77,7 persen dari seluruh Hindi Hours Watched. Sementara pada Free Fire EWC 2026, kontribusinya mencapai 26,6 persen dari Hindi Hours Watched dan menjadikannya channel berbahasa Hindi terbesar sekaligus channel terbesar kedua secara keseluruhan.

Artinya, tingginya porsi bahasa Hindi tidak serta-merta menunjukkan bahwa mayoritas penggemar RRQ berasal dari India. Angka tersebut juga dipengaruhi oleh karakteristik audiens game, skala turnamen, serta aktivitas co-streaming.
 

RRQ Tak Hanya Bergantung pada Satu Divisi


Pertumbuhan Hours Watched sebesar 44 persen memberikan gambaran mengenai jangkauan RRQ selama EWC 2026. Tanpa kehadiran RRQ Hoshi, organisasi tetap memperoleh volume tontonan dari berbagai divisi.

PUBG Mobile dan Free Fire menjadi dua kontributor terbesar, sementara Apex Legends juga memberikan porsi signifikan. Valorant dan TrackMania melengkapi kehadiran RRQ di game dengan karakteristik kompetitif yang berbeda.

Data tersebut tidak berarti Mobile Legends kehilangan perannya bagi RRQ. Namun, EWC 2026 menunjukkan bahwa nama RRQ tetap mampu memperoleh perhatian penonton melalui beberapa divisi lain yang tampil di panggung internasional.

(Sheva Asyraful Fali)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA