Asian Games 2026 Nagoya.
Asian Games 2026 Nagoya.

Agenda PB ESI 2026, Dari Piala Nasional Hingga Asian Games Aichi-Nagoya

Mohamad Mamduh • 29 April 2026 14:34
Ringkasnya gini..
  • Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) menyiapkan rangkaian agenda strategis sepanjang 2026 yang mencakup kompetisi nasional hingga internasional.
  • Rangkaian ini menjadi bagian dari roadmap pembinaan dan kompetisi esports Indonesia sepanjang tahun..
  • Agenda ini menjadi ambisi Indonesia untuk terus berkembang sebagai kekuatan utama esports di Asia Tenggara dan dunia.
Jakarta: Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) menyiapkan rangkaian agenda strategis sepanjang 2026 yang mencakup kompetisi nasional hingga internasional. Rangkaian ini menjadi bagian dari roadmap pembinaan dan kompetisi esports Indonesia sepanjang tahun.
 
Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem esports Tanah Air sekaligus mempersiapkan Timnas Esports Indonesia menghadapi berbagai ajang global, termasuk Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang.
 

Turnamen Nasional dan Awal Tahun


Sejumlah agenda nasional akan menjadi pembuka kalender kompetisi. Salah satu yang terdekat adalah Piala Esports Nasional yang direncanakan berlangsung di Yogyakarta, dengan detail resmi masih menunggu pengumuman dari Garudaku.
 
Untuk skena PC, Panda Cup Invitational cabang VALORANT akan digelar pada Mei 2026. Turnamen ini ditujukan untuk menjaring talenta komunitas sekaligus memperkuat ekosistem esports berbasis PC di Indonesia.

Masih pada periode yang sama, Timnas Esports Indonesia dijadwalkan tampil di SEA Esports Nations Cup 2026 yang berlangsung pada 7–9 Mei 2026. Indonesia akan turun di sejumlah nomor pertandingan seperti CrossFire Legends, PUBG Mobile, dan Teamfight Tactics.
 
Sementara itu, tim nasional putri Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) akan berkompetisi di Cyberathlete Women's Invitational 2026 yang berlangsung di Singapura pada 31 Mei.
 

Kualifikasi Menuju Asian Games 2026


Memasuki pertengahan tahun, fokus PB ESI beralih ke jalur kualifikasi internasional. Indonesia akan mengikuti kualifikasi Asian Games 2026 pada Mei hingga Juni dengan mengirimkan atlet di sejumlah nomor, antara lain PUBG Mobile, Honor of Kings, Mobile Legends: Bang Bang, Identity V, dan Naraka: Bladepoint.
 
Selain itu, kualifikasi Esports Nation Cup juga akan berlangsung pada Juni hingga Juli 2026 sebagai bagian dari proses seleksi atlet terbaik.
 
Asian Games 2026 menghadirkan tantangan tersendiri bagi Indonesia. Untuk pertama kalinya dalam beberapa edisi terakhir, Indonesia harus melalui jalur kualifikasi untuk cabang esports.
 
Keterbatasan kuota menjadi faktor utama. Tuan rumah Jepang hanya menyediakan sekitar 15.000 slot atlet dan ofisial dari 45 negara dan cabang olahraga, sehingga alokasi untuk esports menjadi sangat terbatas.
 
Sebagai gambaran, pada nomor PUBG Mobile hanya tersedia 12 slot. Empat slot di antaranya telah ditempati Jepang (tuan rumah), Taiwan, Korea Selatan, dan China sebagai peraih medali sebelumnya. Artinya, Indonesia harus bersaing memperebutkan delapan slot tersisa dan minimal finis di posisi delapan besar untuk lolos ke babak utama.
 

Rangkaian Turnamen Internasional


Setelah fase kualifikasi, Timnas Esports Indonesia akan menghadapi jadwal padat di berbagai ajang internasional. Beberapa turnamen besar yang masuk agenda antara lain:
 
- SEA Esports Nations Cup 2026 (7–9 Mei 2026)
 
- Esports World Cup 2026 di Riyadh (6 Juli – 23 Agustus 2026)
 
- Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang (19 September – 4 Oktober 2026)
 
- Asian Esports Games di Vietnam
 
- China-ASEAN Esports Competition di Tiongkok
 
- Global Esports Games di Los Angeles, Amerika Serikat
 
- Esports Nation Cup 2026 di Riyadh (2 – 29 November 2026)
 
Padatnya kalender kompetisi ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mengukur perkembangan performa atlet sekaligus memperkuat posisi di kancah esports internasional.
 

Tantangan dan Harapan


Dengan agenda yang padat sepanjang 2026, PB ESI menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi performa atlet, strategi seleksi, serta kesiapan menghadapi berbagai format kompetisi.
 
Di sisi lain, peluang untuk meraih prestasi tetap terbuka, terutama jika Timnas Esports Indonesia mampu memaksimalkan fase kualifikasi dan tampil kompetitif di panggung global.
 
Agenda ini menjadi cerminan ambisi Indonesia untuk terus berkembang sebagai salah satu kekuatan utama esports, tidak hanya di kawasan Asia Tenggara tetapi juga di tingkat dunia.
 
(Sheva Asyraful Fali)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA