AVGI mengklaim memiliki cakupan lebih menyeluruh, yaitu kepada ekosistem, bukan hanya satu bagian esport.
AVGI mengklaim memiliki cakupan lebih menyeluruh, yaitu kepada ekosistem, bukan hanya satu bagian esport.

Asosiasi Olahraga Video Games Indonesia Hadir, Apa Perannya?

Teknologi esports
Lufthi Anggraeni • 16 Juli 2019 18:49
Jakarta: Menteri Komunikasi dan Informatika meresmikan kehadiran Asosiasi Olahraga Video Games Indonesia (AVGI). Asosiasi ini berkomitmen memajukan industri olahraga elektronik atau esports Indonesia.
 
“Pemerintah sekarang telah beralih tidak lagi sekadar regulator, tapi juga fasilitator bahkan akselerator. Pemerintah umumnya tak mengerti soal industri game, tapi kami yakin game adalah masa depan. Jadi semoga AVGI bisa membantu mengembangkan ekosistem esports,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.
 
Sementara itu, kehadiran AVGI disebut Ketua Umum AVGI Rob Clinton Kardinal didorong oleh perkembangan pesat industri esports dalam waktu dua hingga tiga tahun terakhir. Namun, ekosistem di Indonesia dinilai masih belum baik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal, game disebut sebagai salah satu alat pemersatu, sebab dapat dimainkan oleh berbagai kelas ekonomi serta dari berbagai usia dan wilayah. Sehingga game dinilai AVGI memiliki potensi yang besar.
 
Disinggung soal program jangka panjang yang diusung AVGI, Rob mengaku akan fokus pada pembenahan dan perapihan database terkait esports, yang dinilainya masih dalam kondisi berantakan.
 
Hal ini bertujuan mempermudah mengetahui pemain profesional dan bukan profesional, sehingga dapat menghadirkan perlindungan pada pemain profesional yang telah terdata, selaras dengan salah satu misinya untuk menghadirkan perlindungan kepada pelaku di industri esports.
 
Untuk program jangka pendek, AVGI menyebut akan fokus pada penyelenggaraan SEA Games pada bulan November 2019 mendatang. Untuk ajang olahraga terbesar di Asia Tenggara ini, AVGI menyebut akan memberikan dukungan penuh kepada atlet e-sport sehingga dapat mencapai target sebagai pemenang.
 
Selain itu, Rudiantara juga berharap bahwa kehadiran AVGI tidak hanya dapat melindungi pemain atau atlet e-sport tapi juga lebih luas, hingga pengembang game dan distributor. Hal ini diamini oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
 
Budi turut menyebut industri game memiliki penikmat berjumlah besar, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kemajuan bersama.
 
Selain itu, industri game juga diharapkan dapat mengusung konten berunsur kebangsaan sebagai upaya dalam memperkenalkan dan melestarikan budaya bangsa.
 
Disinggung soal perbedaan dengan asosiasi serupa, yaitu IeSPA, Sekretaris Jenderal AVGI Angki Trijaka menyebut bahwa AVGI memiliki cakupan lebih menyeluruh, serta diklaimnya terfokus pada ekosistem dan bukan sekadar pemainnya.
 
AVGI, lanjut Angki, akan menjadi medium bagi seluruh pemegang kepentingan untuk berdiskusi dan menciptakan regulasi terkait dengan penyelenggaraan acara, pelatihan dan perekrutan pemain, serta standarisasi untuk pemain agar dapat menjadi atlet secara resmi.
 
(MMI)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif