Dari sejumlah nama yang disebut, Fellow dari Bigetron by Vitality dan Poom dari ONIC menjadi dua pemain yang paling mendapat sorotan. Keduanya memiliki latar belakang berbeda, tetapi sama-sama mampu memberikan dampak bagi timnya hingga berhasil mengamankan tiket ke Grand Finals.
Fellow, Talenta Komunitas yang Langsung Bersinar
Fellow atau Rafael Gabriel Yahzel Lumi merupakan pemain asal Manado yang berposisi sebagai rusher. Sebelum memperkuat roster utama Bigetron by Vitality, ia lebih dulu bermain di level komunitas bersama Gokil Jo Noh (GJN) dan kemudian Bigetron Academy.
Kesempatan tampil di tim utama BTR menjadi panggung bagi Fellow untuk membuktikan kemampuannya. Ia kemudian menunjukkan performa yang cukup mencolok ketika dipercaya bermain pada Week 3.
Pada hari kedua Week 3, kehadiran Fellow bersama Tiuszz memberikan perubahan terhadap permainan Bigetron. BTR berhasil mengumpulkan 97 poin dalam satu hari, dengan 55 poin berasal dari eliminasi serta mengamankan satu Booyah.
Performa tersebut turut membantu Bigetron by Vitality menjadi tim Indonesia pertama yang mengamankan tiket ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall.
Coach Tri Puji Adaptasi Fellow
Performa Fellow ternyata juga mendapat perhatian dari tim lain. Coach Tri dari MBR Omega menyebut Fellow ketika ditanya mengenai pemain yang penampilannya berada di atas ekspektasi.
“Fellow. Sudah terbukti bisa, tenang, dan tidak banyak PR untuk cepat adaptasi. Clutch menang dia. Membuktikan FFNS juga mampu.”
Menurut Coach Tri, salah satu kelebihan Fellow adalah kemampuannya beradaptasi dengan cepat. Ia juga menilai pemain muda BTR tersebut mampu menunjukkan keberanian ketika berada dalam situasi clutch.
Coach AFM Sebut Fellow Tak Disangka-Sangka
Penilaian serupa datang dari Coach AFM selaku pelatih ONIC. Ia mengaku sebelumnya tidak terlalu mengenal Fellow dan sempat bertanya kepada pemainnya mengenai sosok yang direkrut Bigetron.
“Untuk player Indonesia yang tidak disangka-sangka, ya Fellow.”
AFM melihat Fellow mampu menjawab keraguan tersebut setelah langsung tampil di panggung FFWS SEA. Ia juga menilai keberhasilan Fellow menembus Grand Finals menjadi bukti bahwa pemain dari komunitas tidak selalu kesulitan ketika mendapat kesempatan tampil di level tertinggi.
Coach Ady dari RRQ Kazu turut menyetujui penilaian tersebut.
“Setuju sama AFM dan Mas Tri, Fellow.”
Menurut Ady, Fellow juga sudah beberapa kali bermain custom sebelum bergabung dengan BTR. Kesempatan bersama tim utama akhirnya membuat kemampuan pemain tersebut bisa terlihat lebih luas.
Poom, Eks Juara Dunia yang Jadi Andalan ONIC
Sementara itu, Poom atau Rattapoom Sunthalunai merupakan pemain asal Thailand yang memperkuat ONIC di FFWS SEA 2026 Fall. Ia memiliki pengalaman kompetitif di level tinggi dan sebelumnya dikenal dengan nickname OneMore ketika membela Team Falcons.
Poom bermain dengan peran sniper/support dan membawa pengalaman tersebut ke dalam roster ONIC. Selain kemampuan mekanik, ia juga dipercaya menjalankan peran penting dalam komunikasi dan pengambilan keputusan tim.
Adaptasi menjadi salah satu tantangan Poom setelah bergabung dengan ONIC. Ia harus menyesuaikan diri dengan komunikasi berbahasa Indonesia dan bahkan mendapat bantuan untuk mempercepat proses pembelajaran bahasa tersebut.
Dari sisi statistik, Poom mencatat rata-rata 2,04 eliminasi, 2.009,67 damage, dan 1,63 assist sepanjang data FFWS SEA 2026 Fall yang tersedia.
Performa tersebut turut terlihat pada Week 3. ONIC tampil konsisten dan tidak keluar dari posisi lima besar sepanjang tiga hari pertandingan. Mereka kemudian mengumpulkan 116 poin pada hari ketiga untuk mengamankan tiket langsung menuju Grand Finals.
Coach Chrisjo Soroti Kemampuan Call Poom
Kemampuan Poom dalam membaca permainan menjadi perhatian Coach Chrisjo dari Bigetron by Vitality. Ketika diminta menyebut pemain di luar timnya yang tampil menonjol, Chrisjo memilih Poom.
“Di luar tim Bigetron, saya melihat Poom. Dari segi call-nya kerasa banget.”
Chrisjo menilai Poom memiliki kemampuan calling yang memberikan perbedaan dalam permainan ONIC. Ia juga menyoroti bagaimana Poom mampu membaca pergerakan lawan dan mengambil keputusan yang tidak mudah diprediksi.
Menariknya, kemampuan tersebut tetap dapat terlihat meski Poom masih dalam proses beradaptasi dengan komunikasi di Indonesia.
Fellow dan Poom Sama-Sama Dapat Pengakuan
Poom juga mendapat penilaian positif dari Coach Leem dari EVOS Divine. Ia bahkan menyebut dua nama sekaligus ketika memberikan pandangannya mengenai pemain yang tampil di atas ekspektasi.
“Sama, Fellow dan Poom. Fellow bisa membuktikan. Poom juga jago, bisa lancar bahasa Indonesia dalam waktu singkat.”
Dengan demikian, Fellow dan Poom sama-sama mendapatkan pengakuan dari coach tim lain. Fellow lebih banyak mendapat sorotan karena mampu naik dari jalur komunitas dan langsung memberikan dampak bersama BTR, sementara Poom menunjukkan pengalaman dan kemampuan calling yang membantu ONIC bersaing di level regional.
Pembuktian Masih Berlanjut di Grand Finals
Penilaian para coach tersebut belum menjadi jawaban akhir mengenai siapa pemain paling underrated di FFWS SEA 2026 Fall. Kompetisi masih berlanjut dan Fellow maupun Poom telah mengamankan tempat di Grand Finals.
Babak puncak akan menjadi kesempatan bagi keduanya untuk kembali menunjukkan kemampuan di panggung terbesar FFWS SEA 2026 Fall.
Siapa yang akhirnya paling layak menyandang status tersebut? Jawabannya masih harus menunggu hingga Grand Finals selesai.
(Sheva Asyraful Fali)