Keberhasilan ini menjadi momen bersejarah bagi BTR karena untuk pertama kalinya sejak MPL Indonesia digelar, mereka berhasil mengangkat trofi juara. Sebelumnya, sejak musim perdana, BTR selalu gagal menuntaskan perjalanan mereka hingga tangga juara.
Kemenangan ini juga menjadi ajang balas dendam sempurna bagi BTR atas ONIC. Pada hari kedua babak playoff, ONIC sempat menurunkan BTR ke lower bracket. Namun, perjalanan panjang dari lower bracket justru berhasil dituntaskan BTR dengan manis hingga akhirnya menaklukkan sang rival di laga puncak.
Tidak hanya itu, BTR juga sukses menghentikan dominasi ONIC sebagai juara bertahan MPL Indonesia. ONIC sebelumnya memiliki catatan manis di Jakarta International Velodrome setelah berhasil menjuarai MPL ID Season 13 dan MPL ID Season 15 di arena tersebut.
Atas performa luar biasa dan kontribusi besarnya dalam mengawal ritme permainan sepanjang Grand Final, sang kapten tim, Morenooo, resmi dinobatkan sebagai Final Most Valuable Player (MVP) MPL ID Season 17.
Game 1: Dominasi Flawless BTR Buka Grand Final
BTR langsung menunjukkan permainan agresif sejak early game dan tampil flawless tanpa memberikan banyak ruang bagi ONIC untuk berkembang. Keunggulan mereka dimulai setelah sukses mengamankan Turtle pertama yang menjadi momentum penting dalam penguasaan tempo pertandingan.Jungler BTR, Nnael, tampil impresif menggunakan tank jungler dengan permainan agresif yang terus memberikan tekanan kepada pemain ONIC sekaligus mengamankan sejumlah kill penting.
Selain itu, BTR menunjukkan koordinasi dan permainan grouping yang sangat solid. Hal tersebut membuat para pemain ONIC kesulitan bergerak dan terus terjebak dalam team fight yang menguntungkan BTR.
Memasuki late game, BTR berhasil mengamankan Lord dan langsung melakukan penetrasi ke area base ONIC tanpa perlawanan berarti untuk mengunci kemenangan pada game pertama sekaligus membuka keunggulan dalam seri Grand Final.
Game 2: Morenooo Bersinar, BTR Perlebar Keunggulan
Memasuki game kedua, BTR kembali memulai pertandingan dengan sangat baik setelah mengamankan first blood dan Turtle pertama. Keunggulan objektif tersebut membuat mereka mampu mengontrol tempo permainan sejak early game.Memasuki mid game, pertandingan berlangsung sengit dengan aksi saling balas serangan dari kedua tim. Mid laner BTR, Morenooo, tampil gemilang menggunakan Kimmy dengan performa tanpa death serta kontribusi damage yang sangat besar sepanjang pertandingan.
Momen penentuan terjadi di area Lord Evolve ketika BTR berhasil memenangkan team fight krusial berkat koordinasi yang rapi dan eksekusi mekanik yang tinggi.
Kemenangan dalam perebutan Lord tersebut menjadi titik balik yang membawa BTR menutup game kedua dan memperlebar keunggulan menjadi 2-0 atas ONIC.
Game 3: Team Fight Solid Antar BTR ke Match Point
ONIC mencoba tampil agresif sejak awal pertandingan demi mengamankan objektif Turtle. Namun, BTR mampu memberikan perlawanan solid melalui koordinasi tim yang rapi dan counter-initiation yang efektif.Seiring berjalannya pertandingan, BTR mulai mendikte tempo permainan. Penggunaan hero Akai dan Arlott terbukti sangat efektif untuk memecah formasi ONIC serta membuka ruang team fight yang menguntungkan.
BTR kemudian memenangkan beberapa team fight penting yang membuat mereka unggul dalam jumlah pemain sekaligus berhasil mengamankan objektif Lord. ONIC yang kekurangan damage di lini belakang kesulitan menahan tekanan besar dari EMANN dan Morenooo.
Dominasi tersebut membuat BTR sukses menutup game ketiga melalui serangan penentu ke base ONIC dan mengamankan match point dalam seri Grand Final.
Game 4: ONIC Bangkit dan Paksa Game Penentuan
Dalam posisi tertekan, ONIC mencoba bangkit pada game keempat. Early game berlangsung sengit dengan kedua tim saling melakukan rotasi dan perebutan objektif secara agresif.ONIC akhirnya mampu membalikkan keadaan memasuki mid-to-late game berkat permainan disiplin dan koordinasi team fight yang lebih baik.
Lutpi menjadi sosok kunci kemenangan ONIC melalui penampilan impresif menggunakan Lapu-Lapu. Ia beberapa kali berhasil melakukan inisiasi penting yang mengacaukan formasi pemain BTR.
ONIC semakin mendominasi setelah memenangkan team fight krusial di area Lord kedua dan berhasil mengamankan objektif tersebut.
Dengan bantuan Lord, ONIC sukses menembus pertahanan BTR dan mengamankan kemenangan di game keempat sekaligus menggagalkan upaya clean sweep lawan serta memaksa pertandingan berlanjut ke game kelima.
Game 5: BTR Segel Gelar Juara MPL ID S17
Pada game penentuan, BTR kembali menunjukkan mental juara mereka. Sejak early game, BTR tampil sangat solid dengan rotasi cepat melalui penggunaan Baxia dan berhasil mengamankan sejumlah objektif penting, termasuk Turtle dan beberapa poin kill.ONIC berada di bawah tekanan besar akibat zoning ketat yang dilakukan para pemain BTR, terutama EXP laner Shogun menggunakan Yu Zhong. Black Dragon Form miliknya beberapa kali berhasil mengacaukan formasi pertahanan ONIC dalam team fight.
Memasuki late game, BTR terus mempertahankan dominasi hingga unggul lebih dari 10 ribu gold. Dengan kontrol permainan yang nyaris sempurna, mereka berhasil mengamankan Lord kedua tanpa hambatan berarti.
Momentum tersebut dimanfaatkan BTR untuk melakukan serangan terakhir ke base ONIC. Mereka akhirnya sukses menghancurkan base lawan dan mengunci kemenangan pada game kelima sekaligus memastikan diri menjadi juara MPL ID Season 17.
Keberhasilan melaju ke Grand Final juga memastikan BTR dan ONIC menjadi dua wakil Indonesia di ajang internasional bergengsi Mid Season Cup (MSC) 2026 yang akan berlangsung dalam rangkaian Esports World Cup (EWC) di Paris, Prancis.
(Sheva Asyraful Fali)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda