Ilustrasi kompetisi esports.
Ilustrasi kompetisi esports.

Esports Diperjuangkan Masuk Cabor Asian Games 2022

Teknologi games esports
Cahyandaru Kuncorojati • 03 Mei 2019 14:35
Jakarta: Sempat menjadi eksibisi di Asian Games 2018 Jakarta, kini esports terancam tidak akan kembali dipertandingkan pada Asian Games 2022. Kabar terbaru menyebut esports tidak masuk dalam daftar cabang olahraga yang akan dipertandingkan.
 
Apa alasannya? Beberapa game esports yang dipertandingkan rupanya dilihat oleh organisasi Olympic Council of Asia (OCA) sebagai game yang mengandung kekerasan. Hanya tersisa beberapa game yang memang kategorinya adalah game olahraga.
 
Dikutip dari South China Morning Post, organisasi Asian Electronic Sports Federation (AESF) tengah memperjuangkan dan berdikusi dengan OCA. President AESF, Kenneth Fok Kai-kong, ingin memastikan esports masuk sebagai cabor resmi di Asian Games 2022 Hangzhou, Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pihak AESF disebut terkejut saat di awal April mendapat kabar esports tersingkir dari daftar 37 cabor di Asian Games 2022. "Kami sedang melakukan pembicaraan yang intensif dengan pihak OCA demi esports bisa ikut tampil di Asian Games nanti," tutur Kenneth.
 
"Sejauh ini hasil pembicaraan berbuah manis dan OCA memberikan arahan yang sangat mendukung. Namun saya masih boleh memberikan pernyataan mengatasnamakan OCA dan komite penyelenggara lokal. Saya tetap berpikir positif bahwa esports bisa dipertandingkan," bebernya.
 
Sebelumnya, Presiden International Olympic Committee, Thomas Bach, menyatakan bahwa esports berlawanan dengan ide atau semangat Olimpiade. Pandangan ini dilontarkan karena sebagian besar game esports mengandung kekerasan.
 
Di Asian Games 2018 Jakarta ada enam game yang dipertandingkan untuk eksibisi. Di antaranya adalah rena of Valor, Clash Royale, League of Legends, StarCraft II, HearthStone, dan Pro Evolution Soccer (PES) 2018. Hanya game PES yang mengusung genre olahraga.
 
Sementara enam game esports yang akan dipertandingkan di SEA Games 2019 Manila adalah DOTA 2, Starcraft II, Tekken 7, Arena of Valor, Mobile Legends: Bang Bang, dan NBA2K19. Satu game yang bergenre esports adalah NBA2K19.
 
Organisasi esports skala internasional seperti International Esports Federation (IESF) yang berbasis di Korea Selatan juga disebut segera turun tangan membantu esports bisa masuk sebagai cabor di Asian Games 2022.
 
Organisasi IESF didukuntg 54 negara sebagai anggotanya. Namun tetap saja organisasi ini dianggap masih kurang pendukung dibandingkan organisasi olahraga internasional lain yang anggotanya sudah mencapai 200 negara.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif