ONIC Juara Free Fire Battle Rush Series 2026. Foto: Garena Indonesia
ONIC Juara Free Fire Battle Rush Series 2026. Foto: Garena Indonesia

ONIC Raih Gelar Juara Free Fire Battle Rush Series 2026

Mohamad Mamduh • 16 Februari 2026 18:52
Ringkasnya gini..
  • Gelar ini menambah daftar prestasi ONIC setelah sebelumnya menjuarai FFWS SEA 2025 Spring serta menyumbangkan medali perak.
  • Ia juga menilai kualitas individu tim-tim nasional tidak kalah dengan tim yang sudah tampil di panggung internasional.
  • ONIC akhirnya memastikan gelar lewat Booyah di gim keenam.
Jakarta: ONIC kembali menunjukkan dominasinya di skena kompetitif Free Fire Indonesia dengan merebut gelar juara perdana di Free Fire Battle Rush Series (FFBRS) 2026. Turnamen pramusim tersebut resmi berakhir pada Minggu, 15 Februari 2026, setelah ONIC mengamankan Booyah di ronde keenam babak Grand Final dan mengunci gelar berkat status Champion Rush.
 
Gelar ini menambah daftar prestasi ONIC setelah sebelumnya menjuarai FFWS SEA 2025 Spring serta menyumbangkan medali perak untuk nomor esports Free Fire di SEA Games 2025.
 
FFBRS 2026 digelar sejak 31 Januari selama tiga pekan dan diikuti oleh 12 tim yang terdiri atas tim profesional, semi-profesional, hingga komunitas. Turnamen ini mempertemukan tim Free Fire World Series Southeast Asia seperti ONIC dan EVOS Divine, tim dari Nusantara Series seperti Dewa United, serta tim komunitas pemenang Garena Youth Championship 2025 Free Fire, SMAN 5 Ambon.

Pelatih ONIC, Ahmad Fadly Masturoh atau AFM, menyebut kemenangan ini sebagai bekal berharga menjelang FFWS SEA berikutnya. 
 
“Dari hasil turnamen ini saya ingin anak-anak mampu beradaptasi dengan lebih baik salah satunya dengan melawan tim-tim yang belum pernah kita lawan di turnamen ini. Tentu, saat kita kembali bertanding di turnamen internasional ONIC juga harus mampu kembali beradaptasi dengan lawan yang ada di panggung FFWS SEA,” ujarnya.
 
Ia juga menilai kualitas individu tim-tim nasional tidak kalah dengan tim yang sudah tampil di panggung internasional seperti EVOS Divine, RRQ Kazu, Bigetron by Vitality, dan ONIC. 
 
“Secara skill individu, tim seperti Vesakha dan Sriwijaya dari FFNS sebenarnya sudah setara dengan kami di FFWS SEA. Perbedaannya ada pada aspek game play dan pengambilan objektif, seperti cara mereka membaca pergerakan zona dan menentukan momentum untuk menyerang,” kata AFM .
 
Babak Grand Final berlangsung ketat. ONIC bersaing dengan EVOS Divine yang tampil lebih solid setelah kurang maksimal di pekan terakhir babak reguler. Dewa United Horus dan Bigetron Vitality juga memberi tekanan berkat format Champion Rush yang membuat perebutan gelar tetap terbuka hingga gim-gim akhir.
 
ONIC akhirnya memastikan gelar lewat Booyah di gim keenam. EVOS Divine finis di peringkat kedua dengan 101 poin, sementara Dewa United Horus menempati posisi ketiga 
 
(Sheva Asyraful Fali)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA