Kemenangan ini menjadi pencapaian istimewa bagi SMK Angkasa 1. Pasalnya, mereka berhasil meraih gelar juara pada keikutsertaan perdana di kompetisi tersebut. Selain membawa pulang hadiah utama, kemenangan ini juga memberikan kesempatan bagi para pemain untuk melanjutkan perjalanan kompetitif ke tingkat nasional.
Tim SMK Angkasa 1 diperkuat oleh Malvin Wiandra Wirawan, Muhammad Fakhri Sonjaya, Muhammad Rendi Aprilio Saputra, dan Muhammad Ramdani. Mereka berhasil mengungguli sejumlah sekolah lain yang turut bersaing dalam babak final.
SMAN 15 Makassar menempati posisi kedua dengan raihan 137 poin. Sementara itu, SMAN 2 Barabai berada di peringkat ketiga dengan 119 poin, disusul SMKN 1 Talaga yang mengumpulkan 115 poin.
SMK Angkasa 1 Amankan Tiket Play-ins FFNS 2027 Spring
Keberhasilan menjadi juara GYC 2026 Free Fire memberikan sejumlah keuntungan bagi SMK Angkasa 1. Mereka berhak mendapatkan dana pendidikan sebesar Rp30 juta serta beasiswa kuliah 100 persen di Universitas Nasional.
Tak hanya itu, kemenangan tersebut juga memastikan SMK Angkasa 1 memperoleh golden ticket menuju babak Play-ins Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2027 Spring. Dengan begitu, para pemain memiliki kesempatan untuk kembali mengasah kemampuan dan bersaing dalam kompetisi Free Fire berikutnya.
Apresiasi pendidikan juga diberikan kepada tim lain yang berhasil menempati posisi empat besar. SMAN 15 Makassar memperoleh beasiswa UNAS sebesar 70 persen, sedangkan SMAN 2 Barabai mendapatkan beasiswa 50 persen. Adapun tim finalis lainnya berhak memperoleh pembebasan biaya formulir pendaftaran di universitas tersebut.
Perjuangan SMK Angkasa 1 di Grand Finals GYC 2026
Persaingan Grand Finals GYC 2026 Free Fire berlangsung menggunakan format Champion Rush. Dalam sistem ini, tim harus mengumpulkan minimal 80 poin terlebih dahulu untuk mendapatkan status Champion Rush. Setelah itu, kemenangan ditentukan melalui Booyah pada pertandingan berikutnya.
SMK Angkasa 1 sebenarnya sudah menunjukkan performa kuat sejak awal kompetisi. Mereka berhasil mencapai 91 poin pada game keempat dan menjadi tim pertama yang memperoleh status Champion Rush.
Namun, persaingan belum berakhir. Tim-tim lain terus mengejar ketertinggalan hingga beberapa di antaranya turut mendapatkan status Champion Rush. Memasuki game kedelapan, tercatat ada tujuh tim yang memiliki kesempatan untuk mengunci gelar juara.
Pada pertandingan penentuan tersebut, SMK Angkasa 1 bermain dengan mengutamakan rotasi dan penguasaan posisi. Mereka berhasil bertahan hingga zona akhir dan berhadapan dengan SMAN 2 Barabai serta SMK Kesatrian Purwokerto.
SMK Angkasa 1 kemudian memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Ketika memasuki momen terakhir, mereka masih memiliki empat pemain, sedangkan SMAN 2 Barabai hanya menyisakan tiga pemain. Keunggulan tersebut berhasil dimaksimalkan hingga SMK Angkasa 1 mendapatkan Booyah sekaligus memastikan gelar juara GYC 2026 Free Fire.
GYC 2026 Jadi Ajang Pengembangan Esports Pelajar
Garena Youth Championship 2026 Free Fire merupakan bagian dari program Garena Goes to School. Program ini bertujuan mendorong perkembangan esports di kalangan pelajar sekaligus membangun keseimbangan antara prestasi akademik dan kegiatan nonakademik.
Penyelenggaraan turnamen turut mendapatkan dukungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Pengurus Besar Esports Indonesia. Adapun AXIS, Delbis, dan ShopeePay menjadi sponsor dalam rangkaian kompetisi tersebut.
Selain memberikan ruang bagi pelajar untuk berkompetisi, GYC juga membuka kesempatan bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan, kedisiplinan, dan kerja sama tim melalui esports.
(Sheva Asyraful Fali)