Jakarta: MPL Indonesia bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), Tale X, dan Todak kembali melanjutkan kolaborasi Creative Playground yang berfokus pada pengembangan ekosistem esports dan industri kreatif lokal.
Kolaborasi tersebut diumumkan dalam sesi konferensi pers yang dihadiri Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Co-founder dan Direktur Tale X Joshua Budiman, President Director Todak Shinta Dhanuwardoyo, serta Head of ID Esports Business Development Moonton Games Martinus H Manurung.
Wakil Menteri Ekraf Irene Umar mengatakan kerja sama tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bagian dari hubungan jangka panjang untuk membuka ruang kreatif bagi talenta esports dan ekonomi kreatif Indonesia.
“Creative Playground itu bukan hanya untuk teman-teman yang sudah ada di dunia esports, tapi juga untuk teman-teman yang melihat dari jauh dan ingin menjadi bagian dari industri ini,” ujar Irene Umar.
Ia juga berharap esports Indonesia tidak hanya mampu bersaing secara kompetitif, tetapi juga menjadi penggerak berbagai subsektor ekonomi kreatif lain seperti fashion hingga intellectual property (IP).
Dalam kesempatan tersebut, mereka juga memperkenalkan Suga, maskot resmi MPL Indonesia yang disebut menjadi representasi semangat esports Indonesia. “Suga adalah representatif dari spirit of all esports dan saya berharap esports Indonesia bisa menjadi pemersatu bangsa,” kata Irene.
Sementara itu, Joshua Budiman dari Tale X menjelaskan bahwa karakter Suga dibuat sebagai simbol semangat pantang menyerah yang dekat dengan kultur esports Indonesia.
“Harapannya ini bisa jadi simbol semangat untuk para esports player di Indonesia. Semangat never give up itu selalu ada di Suga,” ujar Joshua.
Joshua juga menyebut Suga direncanakan akan dibawa ke ajang internasional seperti Esports World Cup (EWC) di Paris sebagai bagian dari representasi esports Indonesia di panggung global.
Dari sisi MPL Indonesia, Martinus H Manurung mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah untuk membawa esports keluar dari “bubble gamer” dan menjangkau lebih banyak masyarakat melalui kolaborasi lintas industri.
“Kita sadar bahwa untuk bisa berkembang lebih dalam kepada masyarakat dan bahkan keluar dari bubble gamer, itu adalah dengan semangat kolaborasi,” kata Martinus.
Ia juga menilai pengembangan IP lokal dapat membuka peluang ekonomi baru mulai dari apparel, merchandise, hingga produk kreatif lainnya.
“Harapannya bisa menggunakan kreativitas anak bangsa supaya mereka juga punya penghasilan dari sini,” lanjut Martinus.
President Director TODAK Shinta Dhanuwardoyo turut menegaskan bahwa esports kini tidak hanya berbicara soal kompetisi gim, tetapi juga sudah menjadi bagian dari budaya dan lifestyle anak muda.
“Esports ini bukan hanya tentang competitive gaming, tapi juga merambah ke lifestyle, fashion, community, dan lainnya,” ujar Shinta.
Ke depan, TODAK juga berencana memperluas kolaborasi dengan lebih banyak tim esports dan kreator lokal Indonesia.
Menutup sesi konferensi pers, Irene Umar berharap kolaborasi Creative Playground dapat menjadi awal bagi lahirnya lebih banyak kerja sama lintas industri untuk mendukung perkembangan esports Indonesia.
“Kita tidak bisa bermain di satu bubble saja. Bubble ini harus dipecahkan supaya bisa menular ke sukses-sukses yang lain,” ujar Irene.
(Sheva Asyraful Fali)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan