Kyle
Kyle

Juara Dunia Fortnite Jadi Korban SWAT

Teknologi games esports fortnite
Cahyandaru Kuncorojati • 13 Agustus 2019 11:32
Jakarta: Kyle "Bugha" Giersdorf remaja berusia 16 tahun yang bulan lalu menjadi juara dunia kompetisi esports Fortnite World Cup yang digagas Epic Games dikabarkan mengalami peristiwa mengejutkan yang kerap terjadi pada kalangan gamer.
 
Giersdof dilaporkan menjadi korban aksi "SWAT" atau Swatting saat sedang melakukan live streaming di Twitch, sehingga peristiwa ini diketahui banyak gamer. Beruntung Giersdorf tidak bernasib tragis seperti beberapa korban Swatting di belahan dunia lainnya.
 
"Swatting" adalah memanggil tim SWAT atau pasukan elite kepolisian ke rumah orang lain atas dasar laporan palsu. Jadi pembuat panggilan darurat ke kepolisian membuat laporan palsu dan memberikan alamat palsu sebagai tempat lokasi terjadinya kejahatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya menjadi korban Swatting," ungkap Giersdorf beberapa saat sebelum dirinya meninggalkan live streming yang tenagh berlangsung, dikutip dari ESPN. "Mereka datang dengan senjata lengkap, mengerikan, internet sangat mengerikan," tutur Giersdorf saat kembali ke live streaming.
 
Giersdorf kemudian mengatakan bahwa aksi Swatting tersebut berlangsung tidak lama karena salah satu polisi mengenail dia sebagai pemenang game yang sangat fenomenal di Amerika Serikat dengan hadiah sangat besar. Jadi Giersdorf sangat beruntung.
 
Peristiwa ini dibenarkan oleh kepolisian setempat. Kepolisian Uppuer Pottsgrove Township, Kopral Albert Werner mengakui bahwa pihaknya menjadi korban laporan palsu atau Swatting. Laporan palsu menyebut bahwa pelaku di lokasi melakukan penembakan atas orang tuanya.
 
Dari hasil investigasi kepolisian diduga asal panggilan laporan palsu tersebut berasal dari Eropa, sementara Giersdorf sendiri saat ini di Amerika Serikat. Menariknya, pelaku Swatting tersebut bisa mengetahui lokasi tempat tinggal dari Giersdorf.
 
Swatting telah dinilai sebagai perbuatan jahil yang sangat membahayakan sekaligus merugikan, karena tim SWAT akan menjebol rumah Anda hanya untuk membuktikan apakah laporan yang mereka terima palsu atau bukan. Tindakan Swatting juga berpotensi menghilangkan nyawa orang yang tak bersalah atas tuduhan palsu.
 
Di Amerika Serikat kasus Swatting sudah sangat sering terjadi dan memakan korban hingga kehilangan nyawa karena pasukan SWAT terlanjur melumpuhkan korban Swatting. Sebagian korban menolak kooperatif karena mereka terkejut pasukan SWAT langsung menyergap tempat tinggal mereka.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif