Lima tim Indonesia yaitu Bigetron, RRQ Kazu, EVOS Divine, ONIC, dan Shadow Esports siap bersaing menuju Grand Finals FFWS SEA 2026 Spring. (Foto: Medcom.id/Sheva Asyraful Fali)
Lima tim Indonesia yaitu Bigetron, RRQ Kazu, EVOS Divine, ONIC, dan Shadow Esports siap bersaing menuju Grand Finals FFWS SEA 2026 Spring. (Foto: Medcom.id/Sheva Asyraful Fali)

FFWS SEA 2026 Spring Dimulai, 5 Tim Indonesia Siap Rebut Tiket Grand Finals

Mohamad Mamduh • 24 April 2026 15:32
Ringkasnya gini..
  • FFWS SEA 2026 Spring resmi dimulai dengan diikuti 18 tim terbaik Asia Tenggara.
  • Indonesia mengirim lima wakil yang siap bersaing memperebutkan tiket Grand Finals di Vietnam.
  • Persaingan diprediksi ketat dengan format baru yang lebih singkat dan kompetitif.
Jakarta: Turnamen Free Fire World Series Southeast Asia 2026 Spring resmi dimulai hari ini Jumat, 24 April 2026. Ajang ini mempertemukan 18 tim terbaik dari Asia Tenggara untuk memperebutkan tiket menuju Grand Finals dan panggung dunia.
 
Indonesia mengirimkan lima wakil terbaik, yakni Bigetron by Vitality, RRQ Kazu, EVOS Divine, ONIC, dan Shadow Esports. Kelima tim ini membawa ambisi besar untuk mengamankan tempat di Grand Finals yang akan digelar di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada 30–31 Mei 2026.
 

Bigetron dan RRQ Kazu Buka Perjuangan


Laga pembuka akan mempertemukan Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu. Kedua tim ini menjadi ujian awal bagi Indonesia untuk langsung tampil kompetitif sejak hari pertama.
 
Coach Bigetron by Vitality, Christian Jonathan (CHRISJO), menegaskan bahwa timnya datang dengan ambisi besar dan strategi matang untuk meraih gelar musim ini.

“Selama tiga musim kami selalu stabil menjadi tim yang tetap berada di lobi FFWS SEA, walaupun kami adalah tim tembusan di FFWS ID, tetapi tetap kami masih sangat menginginkan gelar juara di musim ini. Setiap musim kami punya keunikan dalam gaya bermain, melawan meta sampai menjadi juara itu prinsip yang kami pegang, kami akan buktikan dengan meta double sniper kami, bahwa kami tak terkalahkan.”
 
Sementara itu, Coach RRQ Kazu, Adi Gustiawan (ADY), menilai persaingan musim ini akan berlangsung sangat ketat dan menuntut konsistensi tinggi.
 
“Di level FFWS SEA, selisih antar tim sangat tipis. Kami hampir selalu mampu menunjukkan kualitas kami di kompetisi ini, tapi belum juga bisa menjadi juara. Musim ini kami bukan hanya ingin tampil bagus, tapi juga tampil lebih sempurna agar bisa menutup kompetisi dengan gelar juara,” kata Ady.
 

EVOS Divine dan ONIC Bidik Konsistensi


Pada hari kedua, giliran EVOS Divine dan ONIC yang akan tampil. EVOS datang dengan status juara bertahan, namun juga membawa tuntutan untuk membuktikan diri tetap berada di level tertinggi.
 
Coach EVOS Divine, Wahyu Kurniawan (Leem), menegaskan bahwa mempertahankan performa menjadi tantangan utama timnya musim ini.
 
“Menjadi juara dunia adalah pencapaian besar, tetapi tantangan sesungguhnya adalah mempertahankan level itu. Kami banyak belajar dari periode musim Fall 2025. Sekarang fokus kami adalah membangun lagi rasa lapar, disiplin, dan konsistensi untuk kembali bersaing di level tertinggi,” ujar Leem.
 
Di sisi lain, ONIC juga datang dengan misi pembuktian setelah sempat meraih gelar di musim sebelumnya. Coach ONIC, Ahmad Fadly Mastroh (AFM), menegaskan timnya ingin menunjukkan konsistensi sepanjang musim.
 
“Gelar yang kami raih sebelumnya membuktikan bahwa ONIC punya level untuk menjadi juara. Sekarang tantangannya adalah membuktikan bahwa kami bisa tampil stabil sepanjang musim. Hal itu lah yang ingin kami tunjukkan di FFWS SEA kali ini,” tegas AFM.
 

Shadow Esports Siap Jadi Kuda Hitam


Selain tim-tim unggulan, kehadiran Shadow Esports juga patut diperhatikan. Sebagai tim debutan dari jalur juara FFNS 2026 Spring, mereka datang dengan semangat untuk membuktikan diri.
 
Coach Shadow Esports, Janes Manao, menegaskan timnya tidak ingin hanya menjadi pelengkap di turnamen ini.
 
“Kami paham level FFWS SEA sangat berbeda dengan FFNS, tapi kami datang bukan hanya untuk anak bawang di sini. Kami ingin benar-benar bersaing, beradaptasi cepat, dan membuktikan bahwa kami layak ada di panggung ini,” ujar Janes.
 

Format Lebih Singkat, Persaingan Kian Ketat


FFWS SEA 2026 Spring hadir dengan format knockout yang lebih ringkas dan kompetitif. Jika sebelumnya berlangsung selama enam pekan, kini fase knockout digelar dalam empat pekan.
 
Pada dua pekan pertama, seluruh tim akan bertanding untuk mengumpulkan poin klasemen. Memasuki pekan ketiga, enam tim teratas akan langsung mengamankan tiket Grand Finals, sementara pekan keempat menjadi penentuan terakhir untuk memperebutkan enam slot tersisa.
 
Dengan format ini, setiap pertandingan menjadi krusial dan tidak ada ruang untuk kesalahan.
 

Indonesia Incar Dominasi Regional


Lima tim Indonesia datang dengan cerita dan ambisi berbeda, namun memiliki tujuan yang sama: membawa pulang gelar juara.
 
Bigetron by Vitality ingin membuktikan diri sebagai penantang utama, RRQ Kazu memburu gelar perdana, EVOS Divine berambisi mempertahankan dominasi, ONIC ingin menunjukkan konsistensi, dan Shadow Esports siap mencuri perhatian sebagai pendatang baru.
 
Dengan kekuatan tersebut, Indonesia kembali menaruh harapan besar untuk mendominasi panggung FFWS SEA 2026 Spring dan melangkah hingga Grand Finals.
 
(Sheva Asyraful Fali)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA