Memasuki Week 5, Evos membawa modal penting usai mencatat rekor positif serta performa solid di berbagai aspek permainan. Hal ini menjadi sinyal bahaya bagi ONIC Esports dan Bigetron Esports yang akan menjadi lawan berikutnya.
Kolektivitas dan Objektif Jadi Kunci
Secara tim, Evos menunjukkan peningkatan drastis dalam hal makro dan koordinasi. Hal ini tercermin dari Teamfight Participation (TFP) mencapai 72,1%, angka yang menempatkan mereka di jajaran tim papan atas.
Dari sisi objektif, Evos juga tampil dominan dengan rata-rata Lord sebesar 1,19 per game, unggul dari beberapa pesaing seperti ONIC (1,09) dan Natus Vincere (1,06). Efektivitas ini menunjukkan kemampuan Evos dalam mengontrol jalannya pertandingan.
Statistik Tim yang Kompetitif
Dalam aspek ekonomi, Evos juga menunjukkan performa impresif. Mereka mencatat Gold Per Minute (GPM) sebesar 3.112, hanya terpaut tipis dari ONIC yang berada di angka 3.084.
Sementara itu, untuk rata-rata gold per game, Evos mengoleksi 51.081, menempatkan mereka di posisi tiga besar di bawah BTR (54.027) dan NAVI (53.268). Angka ini memperlihatkan konsistensi Evos dalam menjaga tempo farming dan distribusi gold.
Performa Individu yang Bersinar
Kebangkitan Evos juga didorong performa individu yang menonjol di setiap lini:
- Albert (Jungler) menjadi salah satu kunci dengan kontribusi besar dalam objektif, termasuk 16 Lord, 18 Turtle, dan 22 kill, serta unggul dalam duel retribution.
- Erlan (Gold Lane) tampil sebagai mesin damage dengan total 90 kill, menjadikannya salah satu damage dealer paling mematikan di liga. Ia juga mencatat Gold Per Minute 749,5, berada di papan atas.
- Luke (EXP Lane) mencatat Damage Per Minute (DPM) sebesar 2.727,4, tertinggi kedua di liga, menjadikannya ancaman besar di garis depan.
- Pheww (Mid Lane) menjadi penyeimbang tim dengan rata-rata gold per game 9.836,9, tertinggi kedua di posisinya, sekaligus menjaga stabilitas permainan Evos.
Ancaman Nyata untuk ONIC dan BTR
Dengan kombinasi statistik tim dan individu yang solid, Evos kini menjelma sebagai ancaman nyata. Dominasi objektif, efisiensi farming, serta kekuatan teamfight membuktikan bahwa “Evos Is Back” bukan sekadar slogan.
Menghadapi ONIC yang unggul dalam GPM serta BTR dengan jungler agresif, Evos dituntut menjaga konsistensi. Jika mampu mempertahankan performa ini, bukan tidak mungkin ONIC dan BTR akan menjadi korban berikutnya.
Persaingan MPL Semakin Ketat
Hingga Week 4, papan atas klasemen MPL Indonesia Season 17 masih sangat kompetitif. Belum ada tim yang benar-benar dominan, membuat peluang perebutan posisi tetap terbuka lebar.
Dengan tren performa yang terus meningkat, Evos berpeluang besar kembali menjadi kandidat kuat juara musim ini.
(Sheva Asyraful Fali)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News