Mengusung format Champion Rush, LYON memastikan gelar juara di game ketujuh usai mengamankan Booyah. Mereka menjadi tim ketiga yang berhasil menjuarai EWC Free Fire setelah Team Falcons (Thailand) pada 2024 dan EVOS Divine (Indonesia) pada 2025.
Sementara itu, tiga wakil Indonesia gagal mengulang pencapaian musim lalu. RRQ Kazu mengakhiri turnamen di peringkat kesembilan dengan raihan 56 poin dan membawa pulang hadiah US$26.000. Juara bertahan EVOS Divine finis di posisi ke-10 dengan hadiah US$22.000, sedangkan Bigetron by Vitality harus puas mengakhiri perjalanan lebih awal setelah gagal lolos dari Survival Stage dan memperoleh hadiah US$11.000.
Total hadiah yang dibagikan pada EWC 2026 Free Fire mencapai US$1 juta.
Gamezking Raih Gelar MVP
Kesuksesan LYON tidak lepas dari penampilan gemilang Benjamín "Gamezking" Pérez. Pemain yang baru akan menginjak usia 18 tahun pada akhir Juli itu sukses mengantar timnya menjadi juara dunia sekaligus menyabet gelar Most Valuable Player (MVP) Grand Finals EWC 2026 Free Fire.
Pencapaian tersebut mengingatkan pada kisah Rasyah Rasyid bersama EVOS Divine di EWC 2025. Saat itu, Rasyah menjadi juara dunia sekaligus MVP ketika usianya belum genap 16 tahun sehingga mendapat julukan Wonderkid dan Prodigy. Kini, Gamezking mengikuti jejak tersebut dengan meraih gelar dunia pertamanya.
Perjalanan LYON menuju tangga juara tidak berlangsung mudah. Mereka gagal lolos langsung dari Group Stage sehingga harus berjuang melalui Survival Stage. Di fase tersebut, LYON tampil sebagai tim terbaik dengan mengumpulkan 185 poin dari 10 pertandingan untuk mengamankan satu tempat di Grand Finals.
Pada partai puncak, LYON memulai kompetisi dengan kurang meyakinkan. Mereka hanya mengoleksi 20 poin pada game pertama, kemudian gagal mencetak dua digit poin pada game kedua dan ketiga. Kebangkitan terjadi di game keempat dengan tambahan 19 poin, sebelum mencetak 45 poin pada game kelima yang membawa mereka mencapai status Champion Rush.
Peluang mengunci gelar sempat terlewat pada game keenam setelah LOUD berhasil meraih Booyah. Memasuki game ketujuh, LYON harus bersaing dengan LOUD, TWISTED MINDS, dan All Gamers Global yang sama-sama berada dalam status Champion Rush.
Pertarungan penentuan berlangsung sengit hingga zona terakhir di area Riders Club, map Solara. LYON akhirnya memenangkan duel 4 lawan 2 atas All Gamers Global untuk mengamankan Booyah, menutup turnamen dengan total 155 poin, sekaligus memastikan diri sebagai juara dunia EWC 2026 Free Fire.
FFWS SEA 2026 Fall Digelar di Surabaya
Berakhirnya EWC 2026 Free Fire menandai dimulainya rangkaian Free Fire World Series (FFWS) SEA 2026 Fall yang akan berlangsung mulai Agustus mendatang. Indonesia akan mengirimkan lima tim untuk bersaing memperebutkan tiket menuju FFWS Global Finals 2026 di Bangkok, Thailand.
Musim ini juga menjadi spesial karena Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall akan digelar di Surabaya. Kota Pahlawan kembali dipercaya menjadi tuan rumah Grand Finals FFWS SEA setelah sebelumnya sukses menggelar edisi FFWS SEA 2024 Fall.
(Sheva Asyraful Fali)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda