Forum Pencegahan Kekerasan Seksual di Industri Olahraga dan Esports.
Forum Pencegahan Kekerasan Seksual di Industri Olahraga dan Esports.

Wujudkan Ekosistem Esports Bebas Pelecehan Seksual

Mohamad Mamduh • 11 Juli 2026 16:18
Ringkasnya gini..
  • UniPin mendukung penyusunan pedoman pencegahan pelecehan seksual yang diinisiasi KONI Pusat untuk menciptakan ekosistem esports yang lebih aman.
  • Debora Imanuella menegaskan bahwa industri gaming dan esports harus menjadi ruang yang inklusif, aman, dan bebas dari segala bentuk pelecehan.
  • Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program UniPin Community, seperti Girls Can Compete dan UniPin Ladies Series (ULS).
Jakarta: UniPin menegaskan komitmennya dalam mendukung terciptanya ekosistem gaming dan esports yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk pelecehan seksual. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi perusahaan dalam Forum Pencegahan Kekerasan Seksual di Industri Olahraga yang diselenggarakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.
 
Forum yang digelar di Kantor KONI Pusat pada 9 Juli 2026 itu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan olahraga untuk memberikan masukan dalam penyusunan pedoman pencegahan pelecehan seksual di lingkungan olahraga nasional. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem perlindungan yang lebih kuat bagi seluruh pelaku olahraga, termasuk di sektor esports.
 

KONI dorong regulasi dan perlindungan yang lebih kuat


Forum dipimpin oleh Wakil Ketua Umum VI KONI Pusat, Josef Adrianus Nae Soi, yang menegaskan pentingnya menghadirkan regulasi yang jelas, mekanisme perlindungan yang efektif, serta penegakan sanksi terhadap pelaku kekerasan seksual.
 
Menurut Josef, olahraga seharusnya menjadi ruang yang menjunjung tinggi sportivitas, rasa hormat, dan kemanusiaan sehingga segala bentuk kekerasan maupun pelecehan tidak boleh mendapat tempat.

"Hari ini kita diskusi tentang tema yang sangat menarik, saya melihat dari aspek idealis, realitas, dan fleksibilitas. Ini tidak perlu terjadi apabila mereka mengerti apa itu olahraga," ujar Josef Adrianus Nae Soi.
 
Ia menambahkan, penyusunan pedoman menjadi langkah penting agar upaya pencegahan pelecehan seksual dapat diterapkan secara nyata di seluruh ekosistem olahraga Indonesia.
 

UniPin soroti tantangan di industri gaming dan esports


Dalam forum tersebut, SVP Community and Media Networks UniPin Global sekaligus Ketua Bidang Komunikasi PB Esports Indonesia (PB ESI), Debora Imanuella, menyampaikan bahwa pelecehan seksual masih menjadi tantangan nyata di industri gaming dan esports.
 
Menurutnya, pelecehan seksual masih menjadi tantangan nyata di ekosistem gaming dan esports. Bentuknya beragam, mulai dari cat calling, komentar bernuansa seksual, pelecehan verbal saat bermain game (in-game harassment), intimidasi, penyalahgunaan relasi kuasa, hingga kekerasan fisik.
 
Debora menegaskan perilaku tersebut tidak boleh lagi dianggap sebagai bagian dari budaya kompetitif.
 
"Pelecehan seksual dalam bentuk apa pun tidak boleh lagi dianggap sebagai bagian dari budaya kompetitif di industri olahraga, termasuk gaming dan esports. Industri gaming dan esports harus menjadi ruang yang aman bagi semua orang. Tidak ada prestasi yang sebanding dengan hilangnya rasa aman seseorang," kata Debora.
 

UniPin jalankan berbagai program inklusif


Melalui UniPin Community, perusahaan telah menjalankan berbagai inisiatif untuk mendorong terciptanya ekosistem gaming dan esports yang aman, inklusif, serta mendukung kesetaraan gender.
 
Salah satunya adalah Charity Match Kartini Day Ladies Showdown yang digelar bersama Riot Games Southeast Asia pada 2021. Program tersebut bertujuan mendorong partisipasi perempuan di dunia esports sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menciptakan lingkungan bermain yang aman dan bebas dari pelecehan maupun diskriminasi.
 
Komitmen itu kemudian diperkuat melalui kampanye Girls Can Compete bersama MPL Indonesia pada peringatan Hari Kartini 2022. Selain mengajak lebih banyak perempuan berpartisipasi dalam dunia esports, kampanye tersebut juga disertai kegiatan penggalangan dana sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan perempuan.
 
UniPin juga menghadirkan UniPin Ladies Series (ULS), turnamen esports khusus perempuan yang menjadi wadah bagi talenta perempuan untuk berkembang dan berkompetisi dalam lingkungan yang aman, inklusif, dan sportif.
 

Pedoman dinilai sebagai langkah strategis


Debora menilai penyusunan pedoman pencegahan pelecehan seksual oleh KONI Pusat merupakan langkah strategis yang perlu mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.
 
Menurutnya, regulasi yang efektif harus dibarengi dengan edukasi berkelanjutan, mekanisme pelaporan yang jelas, perlindungan terhadap korban, serta penegakan sanksi yang tegas agar dapat diterapkan secara optimal.
 
"Pedoman yang sedang disusun oleh KONI Pusat merupakan langkah yang sangat penting. Harapannya, pedoman ini tidak berhenti sebagai dokumen kebijakan, tetapi benar-benar diterapkan sehingga setiap insan olahraga, termasuk di esports, memiliki rasa aman, dihormati, dan terlindungi dari segala bentuk pelecehan. Menciptakan safe sport dan safe gaming ecosystem merupakan tanggung jawab kita bersama," tutup Debora.
 
Dengan keterlibatan dalam forum tersebut, UniPin menegaskan komitmennya untuk mendukung terciptanya lingkungan olahraga dan esports yang aman melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan.
 
(Sheva Asyraful Fali)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA