Sebagai bagian dari kemitraan strategis ini, setiap klub yang terpilih berhak menerima dukungan pendanaan hingga USD1 juta. Dana tersebut ditujukan untuk memperkuat operasional klub, mendukung performa kompetitif, hingga memperluas jangkauan brand mereka di kancah global, terutama menjelang perhelatan Esports World Cup (EWC) 2026 yang akan digelar di Riyadh, Arab Saudi.
Sejak diinisiasi pada 2023, Esports Foundation telah mengucurkan investasi lebih dari $100 juta melalui berbagai program pengembangan klub. Terpilihnya RRQ dan Onic menunjukkan bahwa ekosistem esports Indonesia memiliki pengaruh yang signifikan. Secara kolektif, 40 klub dalam program ini memiliki basis penggemar yang sangat masif, mencapai lebih dari 300 juta orang di seluruh dunia.
CEO RRQ, Andrian Pauline, atau yang akrab disapa Pak AP, menyambut baik terpilihnya RRQ dalam program tahun ketiga ini. Ia menekankan bahwa dukungan dari Esports Foundation berperan krusial bagi pertumbuhan RRQ dan komunitas Kingdom mereka. "Kesempatan tampil di panggung global melalui EWC tidak hanya meningkatkan performa tim, tetapi juga cara kami terhubung dengan penggemar," ujarnya.
Senada dengan itu, CEO Onic, Justin Widjaja, menganggap kemitraan ini sebagai tonggak sejarah baru. Setelah menunjukkan dominasi kuat di berbagai divisi seperti Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), ONIC kini siap membawa brand mereka melampaui batas regional. "EWCF membuka peluang bagi kami untuk menjangkau audiens global yang lebih luas dan memperkuat posisi ONIC sebagai organisasi esports terdepan," tutur Justin.
Melalui CPP 2026, RRQ dan ONIC akan menghadirkan berbagai inisiatif bagi para penggemar, mulai dari konten eksklusif, kolaborasi dengan kreator ternama, hingga acara komunitas seperti watch party. Langkah ini diharapkan dapat terus memajukan industri kreatif dan kompetitif di Indonesia, sekaligus memastikan talenta lokal terus bersinar di panggung dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News