Coach Ynot mengungkapkan bahwa dirinya tidak ingin membuat playoff menjadi sesuatu yang terlalu membebani para pemain. Ia memilih menjalankan rutinitas seperti biasa sambil menjelaskan perbedaan antara pertandingan regular season dan babak playoff.
Menurutnya, hal terpenting adalah memastikan setiap pemain merasa mendapatkan kepercayaan dari rekan setimnya.
“Hal terpenting saat ini adalah memastikan setiap pemain membuat rekan setimnya merasa dipercaya,” ujar Coach Ynot.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu caranya membangun kesiapan mental tiga pemain rookie NAVI. Ia tidak memberikan perlakuan khusus hanya karena mereka sedang menghadapi pertandingan playoff.
Coach Ynot Pilih Pendekatan Santai untuk Mengurangi Tekanan
Coach Ynot menjelaskan bahwa perlakuannya kepada para pemain tetap sama seperti biasanya. Ia bahkan mengaku kerap bersikap keras dan melontarkan candaan kepada anak asuhnya setiap hari.
“Saya memang galak kepada mereka setiap hari. Saya juga sering mengusili mereka, tetapi kami tetap bersenang-senang,” ungkapnya.
Meski demikian, pendekatan tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana yang nyaman sekaligus mengurangi tekanan yang dirasakan pemain. Coach Ynot juga menyebut kedekatan antarpemain menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Ia berusaha mengurangi tekanan dengan membangun ikatan bersama para pemain, termasuk melalui hal sederhana seperti memeluk mereka satu per satu.
Pendekatan ini menarik untuk diperhatikan, mengingat NAVI memiliki pemain muda seperti Joshuaa yang baru berusia 16 tahun. Dalam kemenangan atas Alter Ego, Joshuaa bahkan berhasil mendapatkan penghargaan Player of the Match setelah tampil menonjol sepanjang pertandingan.
Percaya Penuh kepada Pemain dalam Menentukan Hero
Selain membangun mental, Coach Ynot juga memberikan kepercayaan besar kepada para pemain dalam urusan draft. Ia mengaku memiliki kepercayaan penuh terhadap kemampuan anak asuhnya, termasuk ketika mereka ingin menggunakan hero tertentu.
“Itulah alasan saya memilih jenis hero seperti ini. Saya memiliki kepercayaan 100 persen kepada para pemain,” jelasnya.
Ia juga tidak keberatan jika pemain mengusulkan pilihan hero yang berbeda selama masih sesuai dengan kebutuhan meta permainan. Coach Ynot menegaskan bahwa dirinya akan mengikuti rekomendasi meta jika memang menjadi pilihan terbaik bagi tim.
Bahkan, ia sempat melontarkan candaan ketika membahas kebebasan pemain dalam menentukan hero. Ia menyebut para pemain boleh saja ingin menggunakan Layla, meskipun bercanda bahwa dirinya bisa dipecat oleh atasannya jika hal itu benar-benar terjadi.
Kepercayaan terhadap pemain dan suasana tim yang tetap santai menjadi bagian dari pendekatan Coach Ynot menghadapi playoff. Hasilnya, NAVI berhasil melewati tantangan Alter Ego dan kini berpeluang melanjutkan perjalanan mereka untuk memperebutkan gelar juara MPL ID Season 18.
(Sheva Asyraful Fali)