Pelatih Timnas Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Indonesia, Kenny Deo atau Coach Xepher. (Foto: Medcom.id/Sheva)
Pelatih Timnas Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Indonesia, Kenny Deo atau Coach Xepher. (Foto: Medcom.id/Sheva)

Coach Xepher Ungkap Alasan Timnas MLBB Indonesia Kalah 0-4 dari Myanmar

Mohamad Mamduh • 05 Oktober 2026 20:45
Ringkasnya gini..
  • Coach Xepher mengungkap Myanmar mampu membaca permainan Indonesia dan tampil lebih fleksibel dalam draft.
  • Indonesia kalah 0-4 dari Myanmar pada final MLBB Asian Games 2026 dan meraih medali perak.
  • Coach Xepher tetap bersyukur meski Indonesia gagal membawa pulang medali emas dari Asian Games 2026.
Jakarta: Pelatih Timnas Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Indonesia, Kenny Deo atau Coach Xepher, mengungkap faktor yang membuat skuad Garuda kalah 0-4 dari Myanmar pada final Asian Games 2026.

Menurut Coach Xepher, Myanmar mampu membaca pola permainan Indonesia dengan baik. Hal tersebut membuat lawan lebih siap mengantisipasi strategi yang diterapkan para pemain Indonesia.

“Yang membuat perbedaannya cukup jauh mungkin karena mereka sangat memahami dan bisa mengantisipasi cara bermain kita,” ujar Coach Xepher saat ditemui Medcom.id di Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (2/10/2026).
 

Myanmar Lebih Fleksibel dalam Draft


Selain mampu membaca permainan Indonesia, Myanmar juga dinilai lebih sering mengambil inisiatif serangan lebih dulu.

“Tanpa disadari, mereka juga kadang melakukan inisiasi serangan lebih dulu. Jadi, kami menghadapi situasi yang tidak terduga dan ternyata bisa dikejutkan oleh mereka,” katanya.

Coach Xepher juga menyoroti fleksibilitas Myanmar dalam melakukan draft. Menurutnya, tim tersebut memiliki hero pool yang luas dengan pemain yang mampu menggunakan berbagai hero dengan kemampuan mekanik tinggi.

“Dari segi drafting, menurut aku mereka juga sangat fleksibel dan memiliki hero pool yang banyak,” ujarnya. 
 

Indonesia Sempat Percaya Diri


Coach Xepher mengatakan Timnas MLBB Indonesia sebenarnya datang ke final dengan kepercayaan diri. Ia menilai skuadnya berada dalam kondisi yang cukup baik sebelum menghadapi Myanmar.

“Kami sebagai tim Indonesia sebenarnya sangat percaya diri. Menurut aku, kami juga berada dalam kondisi yang bagus,” kata Coach Xepher.

Namun, kondisi tersebut belum cukup untuk mengatasi permainan Myanmar. Ia mengakui lawan tampil lebih baik pada pertandingan final.

“Kalau menurut aku, kami memang kalah power dari mereka,” tuturnya. 
 

Coach Xepher Tetap Bersyukur Bawa Pulang Perak


Kekalahan 0-4 dari Myanmar membuat Indonesia harus puas dengan medali perak. Myanmar sendiri mencatat sejarah sebagai juara pertama nomor MLBB pada Asian Games setelah cabang tersebut resmi menjadi nomor perebutan medali di Aichi-Nagoya 2026. 

Meski gagal meraih emas, Coach Xepher tetap mengapresiasi pencapaian skuadnya. Ia mengaku awalnya merasa sedih karena Indonesia gagal menjadi juara.

Namun, setelah kembali berpikir lebih jernih, ia merasa tetap bersyukur karena Indonesia mampu membawa pulang medali perak.

“Menurut aku, kami lebih baik bersyukur. Mungkin memang bukan rezekinya mendapatkan medali emas, tetapi setidaknya Indonesia pulang membawa medali perak,” ujar Coach Xepher. 

Bagi Coach Xepher, Asian Games 2026 juga memberikan pengalaman berbeda dibandingkan ketika menangani tim klub. Ia menilai tekanan dalam kompetisi multi-event jauh lebih besar.

(Sheva Asyraful Fali)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA