Ilustrasi (Foto: Pixels)
Ilustrasi (Foto: Pixels)

Bagaimana Jerman Membuka Kembali Destinasi Pariwisata?

Rona pariwisata Virus Korona virus corona covid-19
Sunnaholomi Halakrispen • 30 Mei 2020 06:01
Jakarta: Jerman telah berhasil menekan angka kematian akibat covid-19 yang agaknya disebabkan oleh pengujian substansial dan pelacakan kontak. Tetapi, para pejabat tampaknya ragu-ragu membiarkan wisatawan kembali datang ke negara itu.
 
Dilansir dari CNN, fakta bahwa infeksi virus mulai meningkat di negara ini, hanya beberapa hari setelah pembatasan longgarkan. Sementara tidak akan banyak membantu meredakan kekhawatiran mengenai pembukaan kembali perbatasan (lockdown).
 
Meskipun, diumumkan bahwa perbatasannya dengan negara tetangga Austria sedang dibuka pada 15 Mei. Kanselir Jerman Angela Merkel ingin menghentikan kontrol perbatasan di wilayah Schengen dalam beberapa minggu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tujuannya adalah jika proses infeksi memungkinkan, saya ingin menekankan bahwa mulai Juni kontrol perbatasan ke-15 di wilayah Schengen dapat sepenuhnya dihilangkan," ujarnya dikutip dari CNN.
 
Seorang juru bicara Kementerian Pariwisata Austria mengatakan bahwa kanselir dari kedua negara sepakat untuk membuka perbatasan sebagai langkah pertama bagi para pelancong harian (traveler) dan penumpang kendaraan umum. Langkah kedua akan melihat pembukaan kembali normal pada 15 Juni.
 
Jerman tetap tertutup bagi pengunjung non-Uni Eropa, sementara banyak dari perbatasannya yang melintasi negara-negara tetangga seperti Denmark, Belanda, Belgia, Luksemburg, Prancis dan Swiss ditutup atau dijaga. Selain itu, hotel-hotel saat ini dilarang mengakomodasi wisatawan, dan sebagian besar penerbangan ke dan dari Jerman tetap macet.
 
Menteri Luar Negeri Heiko Maas sebelumnya telah menyatakan keprihatinan tentang pembukaan kembali tujuan terlalu cepat. Ia pun menekankan bahwa negara-negara Eropa harus bersatu untuk memutuskan tindakan terbaik.
 
"Perlombaan Eropa untuk melihat siapa yang akan mengizinkan perjalanan wisata terlebih dahulu akan mengarah pada risiko yang tidak dapat diterima," pungkasnya kepada surat kabar Bild am Sonntag.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif