Ada cara unik dalam sistem pengisian daya listrik di beberapa negara. Ada baiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu agar komunikasi dan pekerjaan Anda tak terganggu di negara tujuan. (Foto: Pexels.com)
Ada cara unik dalam sistem pengisian daya listrik di beberapa negara. Ada baiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu agar komunikasi dan pekerjaan Anda tak terganggu di negara tujuan. (Foto: Pexels.com)

Kenapa Steker Listrik Berbeda di Setiap Negara? Ini Alasannya

Rona wisata tips dan trik teknologi
Anda Nurlaila • 26 Juni 2019 16:53
Saat liburan biasanya ada saja hal yang terlupa. Tapi jangan sampai Anda lupa dengan jenis steker atau colokan listrik di negara tempat Anda berkunjung. Setiap negara punya kebijakan tersendiri tentang daya listrik yang mereka yakini terbaik. Seperti misalnya, Jerman menggunakan sistem pengiriman daya 50Hz yang cocok dengan sistem metrik dan 220 V. Ada juga yang meyakini sistem daya 60 Hz, 110V adalah yang paling pas. Sehingga Anda perlu memerhatikannya sebelum berangkat ke negara tujuan.
 

 
Jakarta: Pernahkah Anda merasa kesulitan mengisi daya alat-alat elektronik saat berkunjung ke negara lain karena model stekernya (ujung colokan listrik) berbeda dari yang biasa Anda gunakan? Mengapa terdapat perbedaan bentuk steker di beberapa negara?  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengutip Huffington Post, Amerika mengembangkan sistem pengiriman daya dan steker listrik modern yang standar yakni 60 Hz, 110V. Namun demikian, beberapa negara menilai sistem steker ini tidak efisien sehingga mengembangkan sistem pengiriman daya sendiri.
 
Jerman menggunakan sistem pengiriman daya 50Hz yang cocok dengan sistem metrik dan 220 V untuk transmisi daya yang jauh lebih baik. Di Inggris, bentuk steker lebih besar daripada yang ada di AS sehingga jauh lebih aman. Di India dan Pakistan, inovasi steker baru terjadi setelah Inggris meninggalkan kedua negara ini pada 1947.
 
Ada cara unik dalam sistem pengisian daya listrik di beberapa negara. Italia misalnya, dalam waktu yang lama memiliki sistem berbeda untuk mengisi daya listrik pada lampu dan alat elektronik non-pencahayaan. Sistem pengisian daya mereka sendiri bekerja dengan persyaratan itu.
 
Kenapa Steker Listrik Berbeda di Setiap Negara? Ini Alasannya
(Perhatikan jenis steker listrik di negara tujuan Anda. Foto: Pexels.com)
 
Dengan demikian, setiap sistem steker memiliki keunggulan sendiri sesuai untuk sistem yang dikembangkan di negara masing-masing. Dan tidak ada sistem yang lebih baik dibandingkan negara lain.
 
Setelah memilih salah satu sistem steker dan pengisian daya di suatu area, tidak mudah beralih ke sistem lainnya. Sebab, untuk beralih perlu membuka semua soket di dinding rumah, kantor dan pabrik. Termasuk mengganti barang-barang dalam produksi peralatan listrik.
 
Yang terpenting, penggantian semua sistem ini harus dilakukan sekaligus untuk mencegah kecelakaan. Hal ini tentu membutuhkan biaya mahal.
 
Sehingga saat melancong ke negara yang berbeda, biasanya ada sistem pengisian daya standar elektronik yang lebih mudah, yakni melalui USB standar. Dengan demikian, tidak ada dorongan untuk menerima standar global yaitu steker Tipe-N yang dikembangkan Amerika Serikat.
 
Singkatnya, setiap negara mengembangkan sistem mereka sendiri secara paralel untuk menggantikan sistem standar steker Amerika setelah Perang Dunia dua.
 
Saran yang bisa Anda perhatikan adalah, ada baiknya Anda membaca terlebih dahulu steker seperti apa yang diperlukan untuk negara tempat Anda akan berkunjung.
 
Karena jenis steker di dunia berbeda-beda, dari tipe colokan dua pipih, bulat sampai yang colokan tiga dan enam buah pipih, juga bulat serta panjang dan pendek. Jadi jangan sampai foto Anda tak bisa muncul karena baterai hp Anda habis dan colokan listriknya tak cocok.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif