Museum Gedung Joang 45 (Foto: A. Firdaus/Medcom.id)
Museum Gedung Joang 45 (Foto: A. Firdaus/Medcom.id)

5 Fakta Museum Joang 45

Rona museum hut ri
Sunnaholomi Halakrispen • 13 Agustus 2020 18:24
Jakarta: Gedung Museum Joang 45 merupakan saksi bisu sejarah Indonesia dalam menggapai kemerdekaan atas para penjajah. Gedung yang berlokasi di Jalan Menteng Nomor 31 Jakarta ini juga menjadi tempat yang cocok untuk membayangkan, bagaimana para pejuang mempertahankan bumi pertiwi agar tak terjajah lagi oleh para negara penguasa di dalamnya.
 
Bertepatan dengan momen Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia, Medcom.id mencoba mengajak kalian untuk mampir di gedung ini. Tapi sebelum itu, ada lima fakta tentang museum ini yang bisa menjadi panduan sebelum kalian menyambanginya. Apa saja itu?

1. Hotel Termegah di Batavia

Mulanya adalah sebuah hotel termegah di Batavia, Hotel Schomper. Kemegahan hotel yang namanya tampak dari sejumlah pilar yang berdiri kokoh di serambi depan yang terbuat dari batu marmer.
 
Ruang tamunya sangat luas dan terletak di bagian tengah bangunan. Kamar-kamar dibangun di kiri dan kanan bangunan serambi utama, sehingga membentuk dua sayap dengan masing-masing lima kamar di sayap kiri dan delapan kamar besar di sayap kanan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak sembarang orang bisa menginap di hotel yang mulai dioperasikan pada 1938 tersebut. L. C. Schomper, perempuan Belanda, membangun hotel megah tersebut khusus untuk para pedagang asing dan para pejabat tinggi Belanda yang singgah di Batavia.
 
Namun, mimpi Schomper mendulang untung, kandas. Lantaran, hotel megah yang dibangunnya dengan dana tidak sedikit itu keburu dirampas pasukan Jepang pada 1942.

2. Kantor Kementerian

Pada masa Indonesia Berdaulat, Gedung Menteng 31 ini pernah mengalami beberapa perubahan fungsi. Setelah lima tahun ditinggal oleh para Pemuda, gedung ini dijadikan asrama para pekerja wanita. Namun, pada 1957, ketika A. M. Hanafi menjabat Menteri Pengerahan Tenaga Rakyat (PETERA), Gedung Menteng 31 dijadikan Kantor Kementerian Pengerahan Tenaga Rakyat hingga kementerian itu dibubarkan pada 1960.
 
Gedung Menteng 31 lantas dijadikan Kantor Dewan Harian Masional Angkatan '45 yang diketuai oleh Chaerul Saleh (1960-1965). Setelah itu, Menteng 31 dijadikan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) yang dipimpin oleh Dr. Sulastomo. Pada 19 Agustus 1974, Gedung Menteng 31 diresmikan Presiden Soeharto sebagai Museum Joang '45 hingga sekarang ini.

3. Tempat Merancang Aksi Penculikan Soekarno-Hatta

Gedung Menteng 31 merupakan tempat merancang berbagai aksi dalam merebut dan mempertahankan kemendekaan Indonesia. Di sinilah disusun rencana membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke Rengasdengklok untuk melakukan Proklamasi Kemerdekaan.
 
Setelah itu, berbagai aksi juga dirancang di gedung ini melalui Komite van Aksi yang didirikan pada 18 Agustus 1945 oleh 11 tokoh. Di antaranya, Sukarni, Chaerul Saleh, A. M. Hanafi, Wikana, Adam Malik, Pandu Kartawiguna, Armunanto, Maruto Nitimihardjo Kusnaeni, dan Djohar Nur.
 
Halaman Selanjutnya
Setidaknya ada empat aksi yang…
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif