Mencicipi Beragam Satai Nusantara di Festival Kuliner UGM

Patricia Vicka 10 Oktober 2018 18:16 WIB
kuliner
Mencicipi Beragam Satai Nusantara di Festival Kuliner UGM
Sebanyak 65 stand menyajikan beragam satai khas Nusantara dalam Konferensi dan Festival Kuliner “Nasi Goreng dan Sate” di Grha Sabha Pramana UGM Yogyakarta. (Foto: Dok. Humas UGM)
Yogyakarta: Lapangan sisi timur gedung Grha Sabha Pramana UGM Yogyakarta berubah ramai. Puluhan stand makanan bejejer di lapangan. Kepulan asap putih tampak membumbung tinggi dari atas stand. Aroma daging bakar dan bumbu Nusantara tercium wangi menggoda selera.

Sebanyak 65 stand ini didatangkan untuk menyajikan beragam satai khas Nusantara dalam Konferensi dan Festival Kuliner “Nasi Goreng dan Sate”. Acara yang diselenggarakan oleh UGM bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Festival ini berlangsung selama dua hari, tanggal 9-10 Oktober 2018.

Pengunjung dapat mencicipi aneka macam satai serta nasi goreng khas Nusantara. Ada belasan jenis satai dari berbagai daerah di Indonesia yang disajikan di festival ini. Satai yang disajikan diantaranya satai ayam, satai jamur, satai cumi-cumi, satai ikan, satai penthol, satai bunthel, satai klatak, satai maranggi, satai kere dan berbagai olahan satai lainnya. 


Salah satu yang unik adalah satai klatak khas Yogyakarta. Satai ini terbuat dari daging kambing yang ditusuk dalam kayu dan dilumuri garam. Saat dibakar dengan arang, satai akan berbunyi “klatak-klatak”. Sate Klatak yang sudah matang siap dinikmati dengan kuah gurih menyerupai kuah opor.


(Sebanyak 65 stand didatangkan untuk menyajikan beragam satai khas Nusantara dalam Konferensi dan Festival Kuliner “Nasi Goreng dan Sate”. Foto: Dok. Humas UGM)

(Baca juga: Tips Memasak Daging Kambing)

Dalam fetsival kuliner ini turut juga disajikan aneka macam nasi goreng yang tak kalah menggugah selera. Beberapa diantaranya nasi goreng seafood, nasi goreng padang, nasi goreng rendang, nasi goreng kambing, hingga nasi goreng beras jagung. 

Ketua Panitia kegiatan Retno Indarti menjelaskan konferensi dan festival kuliner “Nasi Goreng dan Sate” tahun ini bertajuk “Kupas Tuntas Strategi Nasi Goreng dan Sate dalam Menembus Citarasa dan Pasar Dunia. 

“Festival ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memperdalam pengetahuan, pemahaman, serta strategi pengembangan kuliner Indonesia khsusunya satai dan nasi goreng,” kata Retno di UGM, Selasa 9 Oktober 2018.

Tak berlebihan rasanya jika World’s 50 Best Food versi poling CNN 2017 menempatkan rendang dan nasi goreng sebagai makanan favorit masyarakat dunia urutan pertama dan kedua. Sementara satai di peringkat ke-14. 

Selama acara berlangsung akan diadakan parade satai dan nasi goreng yang dipandu oleh pakar kuliner Indonesia Sisca Soewitomo. Selain itu turut digelar seminar Nasi Goreng dan Satai yang akan mengupas tuntas seputar nasi goreng dan satai baik dari segi sejarah, asal usul, ekonomi, keilmuan pangan, maupun dari segi pariwisata oleh para pakar yang ahli di bidang-bidang tersebut. 

Ada pula master class yang akan membahas nasi goreng oleh William Wongso, teknik memotong daging dan penyiapan bumbu serta teknik membakar satai oleh chef Yanto Budidarma, food styling oleh Rochmat Septiawan, dan food photography oleh Agung Portal. 





(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id