Asri Amdani, pemilik travel agent bernama CAB Adventure. (Foto: Istimewa)
Asri Amdani, pemilik travel agent bernama CAB Adventure. (Foto: Istimewa)

Kisah Agen Wisata #BangkitDari Kerugian Besar Akibat Covid-19

Rona hut ri kisah #BangkitDari
Sunnaholomi Halakrispen • 03 Juli 2020 17:05
Jakarta: Pandemi covid-19 (new coronavirus) memberikan dampak buruk bagi perekonomian banyak orang. Bisnis agen wisata pun mengalaminya. Bahkan, kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah.
 
Adalah Asri Amdani, pria kelahiran Bogor yang kini tinggal di Tangerang Selatan. Asri, sapaannya, menjalani bisnis travel agent bernama CAB Adventure, dibentuk dan beroperasi sejak Juni 2010.
 
Pelayanan wisata antar-pulau, pantai, gunung, city tour, study tour, heritage, wisata budaya, hingga live in village, dijabaninya. Termasuk, tentang penyewaan hotel dan restoran.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita melayani transportasi dan akomodasi bus wisata ke tempat wisata di Jawa, Bali, Lombok, sampai Sumatera. Kita jual paket wisata gathering, family gathering, outing, outbound dan teambuilding, awarding, dan lain-lain," ucap Asri kepada Medcom.id.

Pandemi covid-19, bagaikan petir berkerumun

Hal itu membuatnya harus selalu siap menjalin komunikasi baik dengan sejumlah pihak. Baik pengurus hotel, restoran, dinas perhubungan, hingga pengurus destinasi pariwisata lokasi yang dituju para customer.
 
Semuanya berjalan lancar, sampai akhirnya perubahan terjadi. Bisnisnya terpuruk akibat pandemi covid-19 yang tak tahu kapan ujungnya ini. Meski pemerintah terus berupaya menanganinya, tetapi bisnis yang berkaitan pariwisata tidak bisa bergerak.
 
"Yang pertama pastinya semua tamu pada cancel dan reschdule, uang DP (uang muka) yang sudah masuk ke vendor enggak bisa kembali dengan alasan-alasan tertentu," kenangnya.
 
Pria berusia 34 tahun ini harus berupaya keras menanggung kerugian sebesar ratusan juta rupiah. Sebab, tidak sedikit DP (uang muka) yang telah masuk ke berbagai vendor tetapi uang tidak bisa kembali ke tangannya, walaupun keberangkatan wisata tidak bisa dilanjutkan.
 
Kisah Agen Wisata #BangkitDari Kerugian Besar Akibat Covid-19
Destinasi wisata di Bali pun sempat lumpuh, ketika pandemi datang. (Foto: Ilustrasi Pexels)
 
"Yang jelas tidak ada persiapan dari kita jadi semuanya kaget menghadapinya. TA (travel agent) kita juga enggak berjalan sama sekali berarti tidak ada pemasukan. Dampaknya defesit anggaran ditambah untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari," ucapnya.
 
Asri terus berupaya agar biaya untuk operasional kantornya tersedia. Tiap bulannya, kantor memerlukan dana untuk pembayaran kebutuhan listrik, internet, kebersihan, kemanan, biaya konsumsi, dan lain sebagainya.
 
Tidak ada pemasukan atau uang yang masuk dari hasil bisnisnya ini. Namun, tim kerjanya pun saling memaklumi dan menguatkan satu sama lain.

Harus bangkit!

Asri sempat merasa terpuruk karena pandemi. Semua vendor teriak, mengeluh. Pegiat usaha yang terkena dampak pandemi pun tidak sedikit yang memilih gulung tikar. Apalagi, sulit dalam mencari pinjaman uang.
 
"Bank di masa pandemi ini susah mencairkan kredit karena banyak yang macet juga mungkin debiturnya. Jadi untuk ngasih pinjaman modal susah. Saya sudah beberapa bank mau agunkan BPKB mobil tapi belum bisa," akunya.
 
Namun, kondisi tidak bisa dihindari. Asri pun menerimanya dengan lapang dada dan bertekad untuk terus berdiri. Tidak ada kata menyerah baginya.
 
"Saya enggak putus asa karena emang dulu mulai usaha dari susah dan nol. Jadi kita mulai lagi saja dari nol, mungkin tepatnya dimulai dari minus. Mudah-mudahan nanti ada jalan keluarnya," kata Asri penuh optimisme.
 
Ya, sudah empat bulan lamanya, bisnis TA miliknya tidak beroperasi karena pandemi covid-19. Lulusan S2 Universitas Indrapasta PGRI Jakarta ini masih bersemangat, berjuang mencari akal demi memenuhi kebutuhan dan mengatasi kerugian besar yang ditanggungnya.
 
"Kita coba buka usaha grosir sembako kemarin di bulan April sampai Mei habis lebaran. Sekarang dilanjut usaha kedai kopi nusantara dan online food," tuturnya.
 
Memasuki era kenormalan baru (new normal), pria yang memiliki dua anak ini siap untuk memulai kembali usaha travel agent miliknya. Namun, hingga kini belum ada kejelasan regulasi wisata dari pemerintah.
 
"Aturan protokol kesehatan sudah mulai dikeluarkan, hotel dan restoran juga sudah mulai dibuka. Tetapi untuk pihak travel agent belum jelas protokolnya kalau membawa rombongan besar seperti perusahaan atau lembaga-lembaga," tutupnya.
 
Terus berkarya dan berusaha adalah salah satu langkah #BangkitDari kondisi keterpurukan dalam pandemi covid-19 untuk Jaga Indonesia.
 
#BangkitDari adalah gerakan yang digaungkan oleh Medcom.id tentang cerita mereka yang tetap berjuang di tengah pandemi covid-19.
 

(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif