Di berbagai negara kebiasaan mengonsumsi salad pun berbeda-beda. (Foto Ilustrasi: Jasmin Schreiber/Unsplash.com)
Di berbagai negara kebiasaan mengonsumsi salad pun berbeda-beda. (Foto Ilustrasi: Jasmin Schreiber/Unsplash.com)

Cara Makan Salad di Beberapa Negara

Rona kuliner
Raka Lestari • 24 Januari 2019 08:10
Jakarta: Salad bisa dikonsumsi baik sebelum makan atau sebelum makan. Ataupun bisa dijadikan sebagai camilan pada sela-sela waktu makan Anda.
 
Namun ternyata, di berbagai negara kebiasaan mengonsumsi salad pun berbeda-beda. Jadi kapan kita harus benar-benar makan salad: sebelum, selama atau setelah hidangan utama?
 
Dilansir dari Huffington Post berikut ini adalah tradisi makan salad dari beberapa negara:
1. Amerika Serikat
Dalam jamuan makan secara resmi, umumnya dimulai dengan salad dan/atau sup. Diikuti oleh hidangan pembuka, hidangan utama, dan kemudian hidangan penutup. Menurut pakar etiket, Jacquelyn Youst, dari Pennsylvania Academy of Protocol, memulai dengan salad dapat mencegah makan berlebihan di kemudian hari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Orang Amerika biasanya makan salad mereka sebelum atau selama makan. Menurut pengamatan saya, makan salad sebelum makan dapat mengurangi asupan kalori Anda," icap Youst.
 
2. Prancis
Koki terlatih Eropa, Karl Guggenmos, dari Healthy Meals Supreme menjelaskan bahwa di Prancis, pengunjung percaya bahwa salad hijau yang dikonsumsi setelah hidangan utama dapat membantu pencernaan.
 
"Karena salad kaya akan serat, mereka akan membantu pencernaan makanan yang dimakan sebelumnya. Selain itu, salad akan membersihkan langit-langit mulut dan menyiapkan sistem pencernaan untuk hidangan pencuci mulut," kata Guggenmos.
 
3. Italia
Chef Tony Gargano dari Osteria Bigolaro di Chicago mengatakan di Italia, biasanya salad dihidangkan setelah hidangan utama atau protein disajikan. Salad Italia paling sering diberi minyak zaitun dan cuka.
 
Dipercaya, bahwa mengonsumsi salad setelah hidangan utama bisa membantu pencernaan. Itu karena minyak zaitun membantu menenangkan dan menyeimbangkan pencernaan, dan keasaman cuka dapat menyegarkan selera dan meningkatkan rasa makanan penutup dan anggur.
 
4. Tiongkok
Head chef dari Atlas Kitchen di New York, Kaiyuan Li, mengatakan makan salad sebelum hidangan utama dapat membantu meningkatkan asupan sayuran. Salad biasanya tinggi serat makanan, menghasilkan rasa kenyang yang kuat. Dengan demikian, ada sedikit kesempatan untuk mengonsumsi makanan berlemak tinggi dan tinggi kalori setelahnya.
 
5. India
Ahli gizi, Ayurvedic Anastasia Sharova, dari Happy Bellyfish mengatakan, makanan mentah tidak mudah dicerna dan tidak boleh dicampur dengan makanan yang dimasak. Karena itu, disarankan agar salad mentah dimakan setidaknya 20 menit sebelum makan utama. Sebagai alternatif, Anda dapat membuat salad lezat dari sayuran yang sedikit ditumis, dengan sedikit bumbu, dan dinikmati sebagai bagian dari makanan utama.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi