Museum Singosari adalah salah satu kawasan KEK Singosari di Kabupaten Malang, Jawa Timur. (Foto: Medcom.id/Amal).
Museum Singosari adalah salah satu kawasan KEK Singosari di Kabupaten Malang, Jawa Timur. (Foto: Medcom.id/Amal).

KEK Singosari Bakal jadi Wisata Andalan Jatim

Rona pariwisata daerah
Amaluddin • 23 Desember 2018 10:12
Surabaya: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, terus dikembangkan untuk menjadi wisata andalan Jatim. Bahkan KEK ditarget bisa dikunjungi 1 juta wisatawan mancanegara per tahun.

"Melalui konsep ini, KEK Singosari akan mampu mendatangkan 1 juta wisatawan asing setiap tahunnya," kata GM PT Intelegensia Graha Tama, Kriswidyat Praswanto, selaku pengembang KEK kepada Medcom.id, ditulis Sabtu, 22 Desember 2018.

Pria yang akrab disapa Wanto ini mengatakan, pihaknya masih menunggu Peraturan Pemerintah sebagai legalitas KEK Singhasari ini. Setelah itu kemudian pengembangan wisata KEK akan dikebut untuk dibangun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Begitu PP itu sudah ada, maka kami akan segera melakukan pembangunan sesuai rencana, sesuai konsep," kata Wanto.
GM PT Intelegensia Graha Tama, Kriswidyat Praswanto (Foto: Amal/Medcom.id)

KEK Singosari berada di atas lahan seluas 44, 8 hektar di perbukitan Desa Klampok Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Pengembangan KEK itu bekerjasama dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Nusa Dua, Bali. MoU sendiri dilaksanakan sejak 2015.

Alasan KEK Singosari memilih bekerjasama dengan ITDC, karena ITDC dipandang berhasil mengembangkan Nusa Dua. "Dulu Nusa Dua hanya tanah kapur kosong. Kini, bisa berubah menjadi destinasi wisata yang mempunyai nilai tinggi," ujarnya.

Pada tahap pertama, di kawasan KEK mulai dibangun ratusan rumah berbagai tipe dan ditumbuhi pepohonan yang rindang. Selain itu juga akan dibangun bisnis hotel, oase villas, family resort, millenia boutique hotel, creative economy zone, tech center, dan artisan workshop hotel.

Kemudian pada tahap kedua nanti KEK akan memiliki lahan 79,7 ha pada 2020, dan tahap tiga akan memiliki lahan seluas 76,8 ha pada 2021. Total lahan yang akan menjadi kawasan KEK seluas 283,1 ha, yang berada di tiga desa, yakni, Desa Purwoasri, Desa Langlang dan Desa Klampok.

"Saat ini pembebasan lahan tahap pertama sudah 97 persen, tahap kedua 70 persen sudah siap, dan tahap ketiga menyusul," ujar Wanto.

Klik di sini: Berlibur ke India, Jangan Lupa Menyaksikan Harimau Benggala di Habitat Aslinya

Wanto optimistis KEK ke depannya akan menjadi destinasi wisata yang menarik. KEK akan mengintegrasikan potensi destinasi wisata di Malang Raya, baik di Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.


Apalagi, kata Wanto, di Singosari Malang terdapat peninggalan sejarah kerajaan Singosari, yang sudah dikenal masyarakat luas. Tak hanya wisatawan lokal, turis-turis mancanegara juga tertarik mengunjungi dan sekaligus mempelajari sejarah kerajaan Singosari.

"Kebesaran peninggalan sejarah tidak akan bisa dipasarkan jika tidak dikemas dengan pariwisata. Culture heritage identity ini yang menjadi daya tarik nantinya," ujarnya.

Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara ke Jatim, pihak pengelola KEK akan mengintegrasikan ekonomi digital, ekonomi kreatif, dan ekonomi tourism. Bahkan, Kabupaten Malang bagian selatan telah mengembangkan Singhasari Integrated Tourism Center (SITC).


Museum Singosari adalah salah satu kawasan KEK Singosari di Kabupaten Malang, Jawa Timur. (Foto: Medcom.id/Amal)

Para turis mancanegara yang berkunjung ke wisata Bromo, Tengger dan Semeru, diupayakan akan diarahkan ke Malang. Nantinya para wisatawan tidak lagi melewati jalur Probolinggo.

Dengan melalui jalur Malang, para wisatawan bisa singgah di KEK maupun destinasi wisata lain di Malang Raya. Melalui konsep ini, KEK Singosari akan mampu mendatangkan 1 juta wisatawan asing setiap tahunnya.

"Kita ingin benar-benar memanfaatkan potensi yang ada dengan satu integrasi tersebut yang nantinya diharapkan akan memberikan impact ekonomi yang besar baik bagi Malang Raya maupun Jatim,” ujarnya.

Jika pembangunan KEK Singosari tuntas, nilai investasinya tinggi. Tingkat investasi yang lebih tinggi diyakini akan mendongkrak pada pendapatan pajak. "Dalam jangka 20 tahun, diprediksikan manfaat pajak bisa mencapai Rp4,24 triliun, jika dibandingkan kawasan KEK tidak dimanfaatkan untuk wisata," kata Wanto.

Journey to Ciletuh Geopark



(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi