Kemenpar Genjot Industri Wisata Kuliner Lewat Restoran Diaspora

Dhaifurrakhman Abas 30 November 2018 16:06 WIB
kuliner
Kemenpar Genjot Industri Wisata Kuliner Lewat Restoran Diaspora
Ketua Tim Percepatan Wisata Belanja dan Kuliner Kemenpar, Vita Datau Messakh mengatakan Kemenpar berupaya mempromosikan kuliner khas Nusantara di kancah internasional. (Foto: Dok. Medcom.id/Dhaifurrakhman Abas)
Jakarta: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berupaya mempromosikan kuliner khas Nusantara di kancah internasional. Salah satu cara yang ditempuh melalui restoran Indonesia yang berada di luar negeri (diaspora).

"Naluri manusia itu selalu membutuhkan asupan makanan. Lalu diputuskan kemenpar melalui dialog nasional, ada 5 makanan nasional yang dipopulerkan Kemenpar, melalui restoran luar negeri," kata Ketua Tim Percepatan Wisata Belanja dan Kuliner Kemenpar, Vita Datau Messakh, di Century Park Hotel, Kamis 29 November 2018.

Vita mengatakan mulanya Kemenpar melakukan survei terhadap lebih dari 500 restoran yang berada di luar negeri. Lalu, dilakukan serangakain verifikasi dan penetapan standar oleh KJRI dan KBRI terhadap seluruh restoran tadi.


Hasilnya, Kemenpar menetapkan 100 restoran yang menjadi mitra strategis pemerintah. Restoran-restoran tersebut bakal mendapat dukungan penuh dari pemerintah dalam hal branding dan juga pendanaan.


(Ketua Tim Percepatan Wisata Belanja dan Kuliner Kemenpar, Vita Datau Messakh mengatakan Kemenpar berupaya mempromosikan kuliner khas Nusantara di kancah internasional. Foto: Dok. Medcom.id/)

(Baca juga: Restoran Indonesia Sangat Dicari di Rusia)

"Restoran tadi melewati standar. Apakah masih eksis, lokasinya harus di kota-kota besar, populer, dan strategis. Mereka juga harus memiliki review yang bagus dari konsumen, harus memiliki minimal 2 dari 5 makanan nasional," jelas Vita.

Vita mengatakan, dengan cara ini Kemenpar dapat mensinergikan langkah serta mendukung sepak terjang restoran Indonesia di luar negeri, sekaligus menduniakan kuliner Nusantara. Pun, membantu perekonomian nasional lewat kontribusi kuliner.

“Dari nilai tersebut, kontribusi terbesar ternyata berasal dari kuliner. Kuliner berhasil menyumbang sekitar 41 persen atau sekitar Rp382 triliun. Ini adalah potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pemasukan negara,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan sektor ekonomi kreatif memberikan sumbangsih terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Bahkan, pertumbuhan industri kreatif Indonesia ini selalu positif.

Triawan mengungkapkan bahwa nilai PDB ekonomi kreatif mencapai Rp1.009 triliun pada tahun lalu. Tiga sektor yang memberikan kontribusi besar dalam industri ekonomi kreatif, yakni fesyen, kuliner, dan craft/kriya.  





(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id