Candi Borobudur. (Ilustrasi/Rizal/Medcom.id)
Candi Borobudur. (Ilustrasi/Rizal/Medcom.id)

Kenormalan Baru di Candi Borobudur dan Ratu Boko

Rona Kenormalan Baru
Sunnaholomi Halakrispen • 15 Juli 2020 07:26
Jakarta: Candi Borobudur dan Ratu Boko senantiasa menjadi saksi bisu tentang zaman yang terus-menenus berganti. Bahkan, tentang betapa pandemi telah mengubah cara manusia dalam memandangnya sebagai sebuah destinasi wisata.
 
Keduanya telah melewati beragam zaman, ribuan generasi, berabad lamanya menyaksikan perubahan yang tak pernah berhenti. Hingga lahir era kenormalan baru sebagai adaptasi atas pandemi covid-19. 
 
Semua orang diwajibkan memerhatikan protokol kesehatan, termasuk bagi yang ingin berkunjung ke dalamnya. Maka, penting diterapkannya protokol kesehatan yang mengutamakan kebersihan, kesehatan, dan keamanan, secara ketat di Kawasan Candi Borobudur yang berada di Jawa Tengah dan Candi Ratu Boko di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) selaku pengelola kawasan sudah melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan sejak 1 Juli 2020. Wisatawan yang akan berkunjung diatur mulai dari tempat kedatangan hingga pintu keluar Kawasan Candi Borobudur dan Ratu Boko. 
 
Sebelum sampai lokasi pembelian tiket, wisatawan dianjurkan untuk cuci tangan dan melewati disinfection chamber yang aman bagi pengunjung. Pembelian tiket dianjurkan untuk menggunakan metode nontunai, namun pengelola juga masih melayani bagi wisatawan yang akan membeli tiket dengan cara tunai. Calon pengunjung juga bisa membeli tiket secara online melalui situs Ticket Borobudur park.
 
Setelah mendapatkan tiket, pengunjung bisa memasuki kawasan candi yang dibuka dari pukul 08.00–16.00 WIB, sedangkan Ratu Boko beroperasi dari pukul 09.00–16.00 WIB. Saat hendak memasuki kawasan, wisatawan akan dicek suhu tubuhnya.
 
Papan-papan informasi tentang tata cara pencegahan covid-19 juga terpasang diberbagai sudut kawasan mulai dari penggunaan masker, cuci tangan, maupun melakukan physical distancing. Dalam kurun waktu tersebut ada jeda istirahat selama 1 jam untuk membersihkan semua peralatan protokol kesehatan yang telah digunakan oleh wisatawan.
 
PT TWC memberlakukan pembatasan jumlah pengunjung maksimal hingga 25 persen atau 1.500 pengunjung setiap harinya. Sedangkan untuk wisatawan yang ingin melihat lebih dekat Candi Borobudur hanya diperbolehkan sampai plataran candi atau Zona 1 yang dibatasi sebanyak 140 pengunjung perjam. 
 
Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat dan industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk turut serta dalam kampanye Indonesia Care. Caranya, dengan melaksanakan pengelolaan tempat usaha dan wisata yang memastikan sanitasi, higienitas, dan pelayanan tanpa kontak langsung.
 
Penerapan upaya tersebut diharapkan sektor yang sudah dibuka dan yang akan dibuka siap melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa kembali bergerak dan produktif, namun tetap aman dari covid-19. 
 
"Sehingga saat nantinya sudah ada keputusan untuk kembali dibukanya satu destinasi, kegiatan di dalamnya dapat berlangsung dengan baik namun tetap aman dari covid-19," kata Wishnutama.
 

 

(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif