Ilustrasi-Unsplash
Ilustrasi-Unsplash

Jika Tidak Siap dengan Kenormalan Baru, Harus Apa?

Rona pandemi covid-19 New Normal Kenormalan Baru
Sunnaholomi Halakrispen • 03 Juni 2020 13:05
Jakarta: Kenormalan baru (new normal) atau menerima kondisi wabah covid-19 sembari tetap menjalankan aktivitas di luar rumah dengan syarat, akan diterapkan di Indonesia. Lalu, apa yang harus dilakukan jika kita tidak siap?
 
"Sebetulnya asal kita melakukan tindakan sesuai dengan protokol kesehatan, sebetulnya kita aman kok. Yang membuat tidak aman itu kan ada perilaku nakal dari orang-orang," ujar Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga, Jovita Maria Ferliana, M.Psi, Psikolog, kepada Medcom.id.
 
Contohnya, ketika orang-orang berbelanja perlengkapan lebaran dengan berkerumun dan tidak memakai masker. Menurut Jovita, apabila semua orang menerapkan protokol kesehatan dengan tepat, hasilnya justru akan lebih menenangkan. Salah satunya, menjaga jarak setidaknya satu meter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Lalu ke kantor pakai sistem shift, jadi hanya 50 persen dari karyawan yang masuk kantor sedangkan 50 persen lainnya kerja di rumah. Jadi sebetulnya kita sudah siap. Yang tidak siap itu tinggal mindset orang-orang tertentu dan sisanya karakter atau kepribadian orang tertentu saja sih," jelasnya.
 
Apalagi, jika masyarakat memerhatikan penjelasan dari para tenaga kesehatan terkait covid-19. Jovita mengingat bahwa droplet memiliki jarak jangkauan.
 
Maka dari itu, berjaga jarak dan rajin mencuci tangan merupakan tindakan paling tepat yang harus diterapkan masyarakat Indonesia. Ketidakberhasilan menjaga kesehatan diri terkait covid-19 bisa dilihat dari pola kita menjaga kebersihan.
 
Mirisnya, kata Jovita, masih ada orang yang tidak benar memakai masker, misalnya yang ditutupi hanya mulut tetapi hidungnya tidak. Atau maskernya digantung di dagu atau dicantolin di leher. Bersin pun tidak ditutup.
 
"Terkadang protokol itu yang tidak dijalankan dengan baik, kemudian akhirnya ada dampaknya. Ujung-ujungnya yang selalu disalahkan itu protokol kesehatan, padahal mereka melakukannya setengah-setengah atau bahkan enggak melakukannya," tandasnya.
 
Selain itu, masyarakat perlu mengakses berita dan atau informasi dari sumber yang kredibel. Salah satunya, media massa resmi, website pemerintah, dan beragam informasi positif tanpa informasi bohong (hoax).
 
"Lalu, selebgram (selebriti instagram) atau influencer juga harusnya turut membantu menyebarkan informasi yang menenangkan di tengah pandemi covid-19. Terutama untuk kesiapan menghadapi new normal ini," paparnya.
 
"Yang perlu disiapkan adalah self control dalam sebuah keluarga. Hal ini harus terlebih dahulu dilakukan oleh orang yang lebih dewasa untuk mencontohkan ke yang lebih muda. Jika tidak diawali dengan self control dikhawatirkan akan memicu chaos," tambah Psikolog Anak, Remaja, dan Keluarga, Efnie Indrianie, M.Psi.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif