Dr. dr. Sally Aman Nasution, SpPD-KKV, FINASIM, FACP memberikan tips seputar aktivitas pasien dengan penyakit jantung. Berikut informasinya. (Foto: Pexels.com)
Dr. dr. Sally Aman Nasution, SpPD-KKV, FINASIM, FACP memberikan tips seputar aktivitas pasien dengan penyakit jantung. Berikut informasinya. (Foto: Pexels.com)

Bagaimana Cara Pasien Jantung Menentukan Olahraga?

Rona olahraga penyakit jantung
Kumara Anggita • 15 Desember 2019 11:55
Jakarta: Olahraga adalah kegiatan yang baik untuk tubuh. Namun, untuk beberaoa orang dengan penyakit jantung, Anda harus lebih ekstra hati-hati dalam memilih jenis olahraganya.
 
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dr. dr. Sally Aman Nasution, SpPD-KKV, FINASIM, FACP menyebutkan bahwa jenis sakit jantung bermcam-macam. Pertama, pastikan Anda tahu jenis penyakit jantung apa yang Anda miliki.
 
“Sakit jantungnya yang mana. Kalau jantung bawaan kalau ringan, kadang tidak ada keluhan apa-apa. Malah tidak ketahuan. Yang sering jadi concern yang jantung koroner. Penyakit ini memang sangat ditentukan (aktivitasnya),” ujarnya di Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Orang dengan penyakit jatung harus dicek kapasitas fungsionalnya. Ini bisa dilakukan di rumah sakit. “Kita menyebutnya dengan kapasitas fungsional. Jadi fungsi pompanya. Mau tahunya pake USG jantung. Dia bisa ngitung, dan menentukan orang ini amannya melakukan apa. Kalau fungsi pompanya rendah banget, jangan dipaksakan untuk aktivitas. Kadang ke kamar mandi saja tidak kuat,” ujarnya.
 
Dia juga menyebutkan bahwa untuk menghindari penyakit jantung koroner, Anda bisa melakukan beberapa hal antara lain:

1. Olahraga

Olahraga membantu dalam menurunkan berat badan, meningkatkan HDL yang merupakan kolestrol baik, mengurangi tekanan darah. Hal tersebut tentunya sehat mampu menyehatkan jantung.

2. Berhenti merokok

Merokok menyebabkan timbulnya plak pada pembuluh darah (penyebab jantung koroner), mengurangi HDL yang merupakan kolestrol baik, meningkatkan tekanan daraah, meningkatkan gangguan irama jantung.
 
Perokok yang mengalami serangan jantung kemungkinan untuk meninggal lebih tinggi dalam satu jam dibandingkan yang bukan perokok.
 
Bagaimana Cara Pasien Jantung Menentukan Olahraga?
(Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda untuk aktivitas dan olahraga yang tepat. Foto: Pexels.com)

3. Diet sehat

Diet yang sehat dapat menjaga berat badan dan kolestrol Anda. Hal ini juga baik untuk kesehatan jantung.

4. BMI <25

Anda bisa mencari aplikasi untuk mengkur berat badan. Pastikan Anda berada pada berat badan ideal. Dokter Sally menegaskan agar masyarakat harus bisa bedakan berat badan dan kadar kolestrol pada tubuh. 
 
“Menurut data MI hati-hati karena faktor risiko jarang hanya satu. Biasanya multiple. Jadi tidak ada hubungan kurus kolestrol tinggi. Kolesteol tinggi dan overweight beda. Kolestrol yang kita lihat di darah bisa terjadi pada orang gemuk dan kurus."

5. Mengobati faktor risiko, hipertensi, diabetes militus, dislipidemia

Tiga penyakit ini membuat orang berisiko terkena serangan jantung lebih besar. Karena itu, pastikan Anda terjauh dari penyakit tersebut. “Dia masih muda namun ada diabetes. Kalau sudah gula, umur berapapun risikonya sama. Perempuan, laki-laki, muda, tua, risikonya sama,” jelasnya.

6. Mengobati depresi

Mental dan fisik saling berhubungan. Dokter Sally menyebutkan bahwa saat Anda mengalami depresi, hormon Anda jadi terganggu.
 
Ketidakseimbangan hormon dapat menjadi pemicu penyakit ini datang pada Anda. Dengan seperti itu, tak hanya tubuh Anda saja yang sehat namun organ-organ lain juga ikut menjadi sehat.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif