Kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes, di kawasan Jakarta Pusat, Selasa, 26 November 2019. (Foto: Raka/Medcom.id)
Kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes, di kawasan Jakarta Pusat, Selasa, 26 November 2019. (Foto: Raka/Medcom.id)

Peran Penting Keluarga untuk Mencegah dan Menangani Diabetes

Rona diabetes
Raka Lestari • 26 November 2019 13:15
Jakarta: Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang umum diderita masyarakat di Indonesia. Berdasarkan data International Diabetes Federation, Indonesia menduduki peringkat ketujuh penyandang diabetes terbanyak di dunia, dengan jumlah 10,7 juta jiwa.
 
Angka tersebut diperkirakan akan meningkat pada 2045 menjadi 16,6 juta penyandang. Dengan semakin bertambahnya penyandang diabetes, peran keluarga sangat penting dalam hal mendeteksi, pencegahan, dan penanganan diabetes.
 
“Keluarga berperan penting dalam Deteksi, Cegah Diabetes Tipe 2, dan Tangani anggota keluarga dengan diabetes,” jelas Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes di Perkumpulan Endokronolgi Indonesia (PERKENI), Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp. PD-KEMD, FACE, dalam acara kampanye #LindungiKeluargadariDiabetes, di kawasan Jakarta Pusat, Selasa, 26 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dokter Sidartawan menjelaskan, deteksi berarti peran keluarga adalah mengetahui gejala dan ciri diabetes untuk mempercepeat penanganan dan mencegah komplikasi. Terutama pada ciri diabetes tipe 1 yang jika tidak dideteksi secara dini dapat menyebabkan disabilitas dan menimbulkan kematian.
 
Sedangkan untuk Cegah Diabetes Tipe 2, menurut Dokter Sidarta adalah keluarga berperan dalam memahami faktor risiko dan meningkatkan gaya hidup sehat.
 
“Dan untuk Tangani, dalam penanganan diabetes peran keluarga sangat penting dalam memastikan pengobatan, pemeriksaan kesehatan, gaya hidup sehat dan edukasi yang harus dijalankan terus menerus," terang Dokter Sidarta.
 
Lebih lanjut Dokter Sidarta juga mengatakan, dalam hal pengobatan pada pasien diabetes tipe 1 maupun tipe 2, penderita dan anggota keluarga perlu menyadari betapa pentingnya kepatuhan dalam pengobatan diabetes yang harus dilakukan seumur hidup. Terutama untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
 
Selain diabetes, menurut data International Diabetes Federation, Indonesia juga menduduki peringkat ketiga penyandang Toleransi Glukosa Terganggu atau Prediabetes terbanyak, dengan jumlah 29,1 juta pada 2019 dan diperkirakan akan meningkat menjadi 35,7 juta pada 204. Data tersebut juga mengindikasikan semakin tingginya paparan risiko diabetes di Indonesia, khususnya Diabetes Tipe 2.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif