Berdasarkan psikologi, ngemil ada hubungannya antara mengunyah dengan proses di dalam otak. (Foto: Pexels)
Berdasarkan psikologi, ngemil ada hubungannya antara mengunyah dengan proses di dalam otak. (Foto: Pexels)

Studi: Remaja Indonesia Gemar Ngemil

Rona psikologi
Sunnaholomi Halakrispen • 11 Juli 2019 15:38
Para remaja ngemil lantaran ingin menghilangkan penat setelah melakukan aktivitas seharian. Ngemil snack dengan teman sembari ngobrol merupakan salah satu cara mengeluarkan berbagai pikiran.
 
Jakarta: Remaja Indonesia gemar menikmati snack atau biasa disebut dengan ngemil. Fakta itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan Calbee Wings pada Juni 2019.
 
Dari 260 responden yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, sebanyak 51,33 persen orang Indonesia gemar ngemil snack. Baik saat belajar, bekerja, ataupun saat menjalankan aktivitas lainnya. Selain itu, remaja usia 18-25 tahun menikmati snack sampai tiga kali sehari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para remaja tersebut menikmati snack sebagai salah satu cara yang efektif dalam melepaskan rasa penat mereka. Mengingat, kian hari semakin banyak kesibukan harian.
 
"Mereka cenderung merasa tertekan dan penat ketika menjalani kesibukan sehari-hari. Ngemil snack dengan teman sembari ngobrol bersama merupakan salah satu cara untuk mengeluarkan berbagai pikiran tang dirasakan oleh mereka," ujar Psikolog Anak dan Remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, M.Psi. di Agro Plaza Kuningan, Jakarta Selatan.
 
Sementara itu, berdasarkan ilmu psikologi, ada hubungan antara mengunyah dengan proses di dalam otak. Ketika kita mengunyah, kata Vera, saraf otak bereaksi. Bunyi krenyes saat mengunyah snack dapat merangsang otak lebih aktif.
 
"Ditambah juga ketika snacking sambil ngobrol, karena salah satu cara untuk stress release adalah saat ketika kita bicara, curhat tentang masalah kita, termasuk sharing sambil snacking," imbuh Vera.
 
Selain itu, riset tersebut menunjukkan generasi milenial Indonesia suka berbagi jika menemukan camilan yang dirasa mereka enak. Berbagi snack pun diyakini sebagai cara untuk membuka komunikasi menjadi lebih asyik.
 
Lantaran hasil survei dan penjelasan psikologi dari efek menikmati snack, pihak Calbee Wings mengambil kesempatan meluncurkan produk baru. Snack Potato Chips bernama Japota mulai muncul di pasaran.
 
"Kami melihat bahwa lebih dari setengah milenial suka di sela-sela kesibukan, karena mungkin milenial sudah mobile banget hidupnya. Paginya ke kantor, siangnya meeting," tutur Senior Brand Manager Japota, Michael Brian.
 
Menikmati snack atau snacking berpengaruh pada mental para remaja yang penuh dengan kesibukan aktivitas. Sebab, mereka akan merasa lebih baik merasa pikiran lebih jernih.
 
Menyiasati Keinginan Ngemil yang Berlebih

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif