Ada hal yang bisa dilakukan agar tidak ikut terpancing emosi. Simak informasinya berikut ini. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
Ada hal yang bisa dilakukan agar tidak ikut terpancing emosi. Simak informasinya berikut ini. (Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Tips agar Tidak Mudah Terpancing Emosi

Rona psikologi
Raka Lestari • 22 Mei 2019 12:13
Kondisi krisis dan rusuh tentu membuat Anda cemas bahkan mungkin panik. Dalam menghadapi situasi-situasi yang tidak aman di sekitar Anda, hal pertama yang harus dilakukan adalah tidak perlu takut. Menurut psikolog anak, remaja dan keluarga Jovita Maria Ferliana, M.Psi. dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta Anda juga perlu mengenali emosi tubuh, salah satunya dengan jantung berdebar kencang. Kelola emosi Anda agar Anda bisa merasa tenang.
 

Jakarta: Dalam menghadapi situasi-situasi yang tidak aman di sekitar Anda, hal pertama yang harus dilakukan adalah tidak perlu takut atau panik. Sebisa mungkin tetap melakukan kegiatan atau aktivitas sehari-hari seperti biasa, namun tetap mengutamakan keselamatan Anda dan keluarga. 
 
Menurut psikolog anak, remaja dan keluarga Jovita Maria Ferliana, M.Psi. dari Rumah Sakit Royal Taruma, Jakarta situasi yang genting dapat membuat masyarakat mengalami berbagai emosi mulai dari takut, cemas, atau bahkan marah. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ketika seseorang merasa cemas atau takut pastinya mereka akan mengambil tindakan. Ada yang pergi ke luar kota atau ke luar negeri untuk mengamankan dan bisa juga dengan pindah ke tempat yang lebih aman,” ujarnya kepada Medcom.id, Rabu, 22 Mei 2019. 
 
Selain itu, menurutnya Anda juga perlu mengenali emosi tubuh. “Kita juga bisa mengenali emosi tubuh. Misalnya emosi sudah melebihi batas, itu bisa membuat jantung berdebar kencang. Itu bisa menjadi salah satu pertanda bahwa sudah terpancing emosi,” ujar Jovita. 
 
Ia mengatakan hal yang bisa dilakukan agar tidak ikut terpancing emosi adalah dengan mengelola emosi yang menyenangkan dan menenangkan. 
 
Tips agar Tidak Mudah Terpancing Emosi
(Lakukan aktivitas keseharian Anda seperti biasa dan tak perlu terpancing emosi. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)
 
“Misalnya jika sedang berada di rumah bisa mengalihkan emosi dengan memasak, membaca buku, atau bermain bersama anak. Jadi lakukan kegiatan yang menyenangkan dan menanangkan.” 
 
Psikolog yang ramah ini juga menambahkan agar tetap melakukan aktivitas keseharian Anda seperti biasa, seperti mengantar anak atau pergi bekerja. 
 
Namun memang tetap mengutamakan keselamatan dan yang terpenting lakukan aktivitas yang bisa membuat Anda merasa tenang dan nyaman.

Kemudian, Jovita mengatakan agar tidak mudah terprovokasi Anda bisa melakukan beberapa hal ini:

1. “Paling sering biasanya seseorang mudah terprovokasi dari media sosial. Untuk itu perlu dilakukan pengecekan apakah berita yang diterima benar atau tidak."
2. "Jangan langsung menerima begitu saja postingan di grup WA misalnya sebelum menyebarkan informasi.” 
3. Tidur yang cukup. 
4. “Kemudian sebaiknya menghindari alkohol dan obat-obatan terlarang. Hal ini karena alkohol dan obat-obatan terlarang dapat membuat seseorang menjadi agresif,” tutur Jovita.
 
Mengapa tidur cukup itu penting? “Tidur adalah bekal penting agar tidak mudah terprovokasi. Kualitas tidur yang baik dapat menjaga otak dari perubahan kontrol emosi. Kurang tidur juga dapat membuat seseorang menjadi gampang marah dan agresif. Kurang tidur dapat menyebabkan kemampuan berpikir menjadi terganggu,” tutur Jovita. 
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif