Kualitas tidur buruk juga menyebabkan tidur terlalu cepat. (Foto: Pexels.com)
Kualitas tidur buruk juga menyebabkan tidur terlalu cepat. (Foto: Pexels.com)

Selalu Mengantuk Pertanda Gangguan Tidur?

Rona
Anda Nurlaila • 23 Mei 2019 09:00
Perasaan mengantuk akibat akumulasi bahan kimia dalam otak yang disebut adenosin. Sulit menilai waktu berapa lama seseorang yang mengantuk hingga tertidur. Satu-satunya cara menilai waktunya adalah mengukur aktivitas listrik otak oleh mesin electroencephalogram (EEG). 
 

Jakarta: Apakah Anda sering mengantuk, selalu dapat tertidur dengan cepat, dapat tidur di mana saja dan kapan saja dan tetap nyenyak? Mungkin Anda menganggapnya sebuah kelebihan. Namun mengantuk berlebih dan gampang tertidur bisa jadi merupakan gangguan tidur.

Penyebab mengantuk

Perasaan mengantuk akibat akumulasi bahan kimia dalam otak yang disebut adenosin. Penggunaan energi dan metabolisme saat terjaga meningkatkan kadar adenosin secara bertahap. Karena itu, semakin lama terjaga, kita akan semakin mengantuk. 
 
Saat tidur, sistem linfatik membersihkan zat kimia ini dari otak. Karenanya ketika bangun tidur badan terasa segar dan tidak mengantuk. Namun saat bangun kadar adenosin masih tinggi, tubuh akan mengalami dorongan tidur homeostatis atau beban tidur atau hutang tidur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Contoh, setelah terjaga 30 jam berturut-turut adenosin sangat tinggi. Sehingga Anda akan merasa sangat mengantuk, mudah tertidur, dan tidur nyenyak. Anda juga dapat tidur lebih lama. Hal yang sama terjadi saat saat tidur larut malam. 
 
Selalu Mengantuk Pertanda Gangguan Tidur?
(Kualitas tidur buruk juga menyebabkan tidur terlalu cepat. Foto: Pexels.com)

Seberapa cepat terlalu cepat tertidur?

Sulit menilai waktu berapa lama seseorang yang mengantuk hingga tertidur. Satu-satunya cara menilai waktunya adalah mengukur aktivitas listrik otak oleh mesin electroencephalogram (EEG). 
 
Rata-rata orang tanpa rasa kantuk berlebihan tertidur dalam lima hingga 15 menit. Jika perlu waktu lebih dari 20 hingga 30 menit untuk tertidur, itu pertanda insomnia. 
 
Jika onset tidur kurang dari lima menit, mungkin indikasi kantuk patologis. Tertidur terlalu cepat indikasi kurang tidur atau gangguan tidur yang merusak kualitas istirahat.
 
Waktu tidur normal rata-rata adalah delapan jam. Namun sebagian orang membutuhkan tidur lebih lama atau lebih sedikit. Tertidur dengan cepat, tidur siang, tidur tanpa disengaja, atau tidur sepanjang waktu di akhir pekan menjadi indikasi bahwa Anda kurang tidur. 
 
Memperpanjang waktu Anda waktu tidur mungkin cukup untuk meringankan hutang tidur dan membuat Anda tertidur sedikit lebih lambat di waktu tidur selanjutnya.
 
Kualitas tidur buruk juga menyebabkan tidur terlalu cepat. Penyebab umumnya antara lain  sleep apnea, menggertakkan gigi dan sering buang air kecil di malam hari, sindrom kaki gelisah dan narkolepsi.  
 
Konsultasikan ke dokter spesialis tidur, salah satunya di Sleep and Snoring Clinic - RS Medistra atau Sleep Physician dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta.
 

 

(TIN)
TERKAIT
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif