Dalam penelitian CareerBuilder menyimpulkan bahwa 59 persen pengusaha tidak akan mempekerjakan seseorang dengan EQ rendah. Bahkan jika orang tersebut memiliki IQ yang cerdas sekalipun. (Foto: Pexels.com)
Dalam penelitian CareerBuilder menyimpulkan bahwa 59 persen pengusaha tidak akan mempekerjakan seseorang dengan EQ rendah. Bahkan jika orang tersebut memiliki IQ yang cerdas sekalipun. (Foto: Pexels.com)

IQ Tinggi Tidak Serta Merta Bikin Pekerjaan Mulus?

Rona psikologi
Dhaifurrakhman Abas • 17 Juni 2019 08:00
Kecerdasan intelektual atau intelligence quotient, disingkat IQ adalah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah. Sedangkan EQ adalah kecerdasan emosional atau emotional quotient, disingkat EQ adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. 
 

Jakarta: Jika Anda berpikir bahwa kecerdasan IQ dapat membawa Anda diterima bekerja, Anda mungkin salah. Sebabnya ada kemampuan lain yang dibutuhkan oleh para profesional ketimbang kecerdasan belaka.
 
Meski tidak bisa dipungkiri bahwa orang yang memiliki IQ tinggi mungkin akan lebih unggul ketika sedang bekerja. Namun kecerdasan tersebut tidak menjamin apakah mereka memiliki kemampuan mengelola sentimennya, terutama dalam situasi tertekan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan kata-kata yang lebih sederhana, orang yang cerdas secara emosional (EQ) lebih disukai para profesional. Sebabnya, orang yang memiliki EQ tinggi menyadari emosinya dan tahu bagaimana mengendalikan serta mengekspresikannya. 
 
Bukan hanya itu. Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh situs web ketenagakerjaan CareerBuilder menunjukkan, para bos lebih menyukai orang-orang dengan EQ tinggi karena memiliki keunggulan dibandingkan yang dengan IQ cerdas. 
 
Hal ini ditemukan setelah para peneliti mewawancarai lebih dari 2.600 manajer perusahaan. Mereka diajukan pertanyaan tentang bagaimana mereka mencari kandidat pekerja, bagaimana mereka menilai EQ karyawan, mengapa kecerdasan emosional lebih penting daripada IQ tinggi, dan sebagainya.
 
IQ Tinggi Tidak Serta Merta Bikin Pekerjaan Mulus?
(Dalam studi ditemukan orang-orang yang memiliki EQ tinggi dianggap memiliki sikap tetap tenang dan dalam kondisi tertekan serta bisa menyelesaikan konflik secara efektif. Foto: Pexels.com)
 
Yang menarik, penelitian ini menyimpulkan bahwa 59 persen pengusaha tidak akan mempekerjakan seseorang dengan EQ rendah. Bahkan jika orang tersebut memiliki IQ yang cerdas sekalipun. 
 
Selanjutnya, hasil studi juga menunjukkan jika kecerdasan emosional seseorang dapat membantu mereka mendapatkan promosi jabatan di tempat kerja. Sekitar 75 persen peserta penelitian membenarkan hal tersebut.

Alasan EQ lebih dipilih daripada IQ

Para peneliti juga mencoba memahami mengapa para manajer atau bos lebih memilih kandidat yang memiliki EQ tinggi. Alasannya beragam. Namun, orang-orang yang memiliki EQ tinggi dianggap memiliki sikap tetap tenang dan dalam kondisi tertekan serta bisa menyelesaikan konflik secara efektif.
 
Dalam studi ini, para akademisi juga bertanya pada tim perekrutan pegawai baru, tentang sifat calon pekerja seperti apa yang sering diterima untuk bekerja? Merke bilang, perusahaan akan menyukai orang yang pandai menjaga emosinya sambil mendiskusikan topik-topik sulit ketika sesi tanya jawab berlangsung. 
 
Perusahaan juga kerap mencari kandidat yang memiliki sifat pendengar yang baik. Sebab sifat ini dianggap bisa mempertahankan emosi bawah situasi tekanan tinggi serta menangani kritik dengan baik.
 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif