Kurang Tidur Membuat Pikiran Negatif Terus Muncul

Sri Yanti Nainggolan 06 Januari 2018 14:12 WIB
tidur
Kurang Tidur Membuat Pikiran Negatif Terus Muncul
Kurang Tidur Membuat Pikiran Negatif Terus Muncul (Foto: shutterstock)
Jakarta: Sebuah studi menemukan bahwa tidur tak cukup, kurang dari delapan jam, berhubungan dengan pola pikir negatif yang berulang, seperti cemas atau depresi.

Meredith Coles dari Binghamton University menjelaskan bahwa orang memiliki kecenderungan untuk memiliki pikiran yang terus berada dalam kepala dan pemikiran negatif yang tinggi membuat mereka kesulitan untuk melepaskan diri dari rangsangan negatif.

"Ketika beberapa orang bisa menerima informasi negatif dan melupakannya, beberapa orang mengalami masalah dalam mengabaikannya," ujar Coles.


Para peneliti mengukur waktu dan durasi tidur setiap individu dengan tingkat pemikiran negatif berulang tahap sedang hingga tinggi.

Para partisipan ditunjukkan berbagai gambar berbeda untuk merangsang respons emosional dan para peneliti melacak perhatian mereka berdasarkan pergerakan mata.

Penemuan tersebut mengindikasikan bahwa gangguan tidur yang rutin berhubugan dengan kesulitan dalam menggantu satu fokus dengan yang lain, terutama informasi negatif. Artinya, tidur turut berperan dalam membuat pikiran mengganggu negatif bertahan dan mengganggu kehidupan manusia.

Mereka menjelaskan, pikiran negatif diyakini membuat orang rentan terhadap berbagai jenis gangguan psikologis, seperti kecemasan atau depresi.

Para peneliti mengeksplorasi lebih lanjut penemuan ini untuk mengevaluasi bagaimana waktu dan lama tidur juga dapat berkontribusi pada pengembangan atau pemeliharaan gangguan psikologis.

 



(ELG)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id