Pada hari keempat atau kelima, biasanya demam mulai terasa turun yang ditandai dengan keringat dingin dan badan terasa dingin. (Ilustrasi/Pexels)
Pada hari keempat atau kelima, biasanya demam mulai terasa turun yang ditandai dengan keringat dingin dan badan terasa dingin. (Ilustrasi/Pexels)

Gejala Berat DBD Perlu yang Diperhatikan

Rona demam berdarah
Sunnaholomi Halakrispen • 11 Juli 2020 12:04
Jakarta: Kasus demam berdarah dengue (DBD) masih terjadi di Indonesia, bahkan di tengah pandemi covid-19 saat ini. Maka dari itu, gejala DBD perlu diperhatikan, apalagi untuk gejala berat, agar penanganannya tidak terlambat.
 
"Gejala klasiknya demam adalah demam tiga hari yang tidak turun-turun walaupun sudah minum obat penurun panas," ujar Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, dalam webinar Kewaspadaan Menghadapi Flu Babi.
 
Kemudian, kata dr. Nadia, pada hari keempat atau kelima, biasanya demam mulai terasa turun yang ditandai dengan keringat dingin dan badan terasa dingin. Pada fase ini, perlu berhati-hati. Sebab, biasanya terjadi penurunan sel pembekuan darah yang bisa berjalan sangat cepat yang bisa menimbulkan perdarahan. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Baik perdarahan di dalam tubuh kita maupun perdarahan yang bisa keluar dalam bentuk mimisan, gusi berdarah, atau bintik-bintik merah pada bagian kaki dan tangan," paparnya.
 
Menurut dr. Nadia, saat ini kita melihat bahwa untuk menjaga kewaspadaan antara covid-19 dan DBD biasanya di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) dilakukan tes rampelit. Maka, akan sangat cepat terdeteksi secara dini mengenai kemungkinan DBD.
 
"Bahayanya, kalau yang berat, perdarahannya sangat banyak. Bisa sampai muntah darah atau BABnya (Buang Air Besar) berwarna coklat menghitam, kemudian perdarahan pada gusi yang tidak bisa dihentikan," jelasnya.
 
Sebab, ketika terjadi perdarahan pada gusi, biasanya jika didiamkan beberapa lama bisa membaik dengan sendirinya. Akan tetapi, pada gejala berat DBD, kondisi perdarahan pada gusi berbeda.
 
"Ini harus segera dibawa ke fasyankes, karena akan sangat sulit mengembalikan kestabilan daripada cairan perdarahan kalau sudah terjadi perdarahan banyak pada tubuh kita," tuturnya.
 

 

(YDH)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif