(Foto: CNN)
(Foto: CNN)

BPOM AS Peringatkan Konsumen Jauhi Terapi ala Ambrosia

Rona kesehatan
Dhaifurrakhman Abas • 20 Februari 2019 18:09
Terapi yang dilakukan menggunakan metode infus ini juga dianggap cukup berbahaya. Karena belum teruji klinis serta dilakukan tanpa pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS
 
Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memperingatkan konsumen menjauhi terapi darah muda untuk melawan penyakit tua yang diterapkan oleh klinik Ambrosia. Sebabnya terapi tersebut belum teruji klinis serta dilakukan tanpa pengawasan.
 
"Tidak ada manfaat klinis yang terbukti dari infus plasma dari donor muda. Justru bisa jadi ada risiko yang terkait dengan penggunaan produk plasma," tulis Komisaris FDA, Dr. Scott Gottlieb dalam sebuah pernyataan, dikutip CNN.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terapi yang dilakukan menggunakan metode infus ini juga dianggap cukup berbahaya. Sebabnya, penerima darah rentan terserang alergi, kelebihan sirkulasi, cedera paru-paru, dan penularan penyakit menular.
 
“Apalagi uji coba infus plasma tidak dilakukan di bawah program Investigational New Drug (IND). Itu berarti bahwa FDA belum meninjau terapi eksperimental untuk membantu memastikan itu cukup aman," tegas dia.
 
(Baca juga: Tujuh Cara Alami Memperlambat Penuaan)
 
Gagasan menggunakan darah muda dalam memperlambat proses penuaan telah dieksplorasi sejak tahun 1950-an. Kala itu, ahli biokimia Amerika, Clive M. McCay, dalam penelitiannya, mencoba menggabungkankan sistem peredaran darah pada dua tikus yang berusia tua dan muda.
 
Lantas dua tikus tadi diuji menggunakan metode parabiosis. Ini merupakan metode penggabungan sistem peredaran darah untuk melihat apakah tulang rawan hewan pengerat yang lebih tua bisa tampak lebih muda jika digabungkan.
 
Hal ini karena kandungan plasma dari darah muda memiliki sel pembeku yang dianggap menjadi pemicu perlambatan proses penuaan. Semenjak penelitian McCay diedarkan, semakin banyak kegiatan serupa dilakukan di klinik-klinik di Amerika, bahkan dilakukan untuk manusia.
 
Klinik Ambrosia yang berbasis di Monterey, California, merupakan klinik paling gencar melakukan terapi tersebut. Klinik yang didirikan oleh Jesse Karmazin, lulusan Universitas Princeton dan Stanford School of Medicine bahkan mengklaim sudah menerima 200 pasien.
 
Padahal para pasien dibebankan kocek tinggi untuk mendapatkan plasma darah muda. Sekitar USD8 ribu untuk satu liter serta USD12 ribu per dua liter.
 
“Singkatnya, FDA khawatir bahwa beberapa pasien sedang dimangsa oleh para pelaku yang tidak bermoral. Menggembar-gemborkan pengobatan plasma dari donor muda sebagai obat dengan mematok harga yang sangat mahal,” tandas dia.
 

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi