Pria yang tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit menyebabkan penurunan responsif sel-sel dalam tubuh terhadap insulin dan penyerapan glukosa. (Foto Ilustrasi: John Moeses/Unsplash.com)
Pria yang tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit menyebabkan penurunan responsif sel-sel dalam tubuh terhadap insulin dan penyerapan glukosa. (Foto Ilustrasi: John Moeses/Unsplash.com)

Pria yang Terlalu Banyak Tidur Berisiko Terserang Diabetes

Rona kesehatan
Dhaifurrakhman Abas • 03 Januari 2019 14:27
Jakarta: Banyak dorongan yang membuat orang untuk begadang. Entah itu karena alasan pekerjaan maupun menonton pertandingan sepak bola dini hari.
 
Sementara pagi harinya, aktivitas keseharian tetap harus dijalani, tak boleh ditinggalkan. Alih-alih bersemangat bangun pagi, justru kondisi ini bikin gairah luntur lantaran kurangnya waktu tidur.
 
Kalau sudah begini, rasanya waktu libur Sabtu dan Minggu nanti cocok dihabiskan buat tidur seharian. Untuk membalas kurangnya waktu tidur bak utang yang mesti dibayar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sayangnya, sejumlah penelitian mengungkapkan cara ini berdampak buruk buat kesehatan. Tidur sepanjang hari bahkan bisa meningkatkan risiko diabetes bagi yang melakukannya.

Klik di sini: Bertemu Erica, Disjoki Cilik Asal Ghana

Tapi, menurut Femke Rutters dalam penelitiannya yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menyatakan, risiko diabetes akibat tidur seharian hanya mengincar laki-laki. Sebaliknya, tidak berdampak buat perempuan.
 
"Pria yang tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit menyebabkan penurunan responsif sel-sel dalam tubuh terhadap insulin dan penyerapan glukosa. Menyebabkan diabetes pada masa depan," kata Rutters, dinukil Mirror.
 
Dalam penelitiannya, Rutters meneliti sekitar 800 peserta penelitian. Dia mengaitkan hubungan antara jenis kelamin terhadap waktu tidur, tingkat insulin, dan metabolisme glukosa penyebab diabetes.
 
Hasilnya, terdapat hubungan antara waktu tidur dengan tingkat metabolisme glukosa pada laki-laki. Sementara hubungan itu tak ditemukan pada peserta survei berjenis kelamin perempuan.
 
"Ini menandakan tidur merupakan salah satu aspek kesehatan buat perempuan," tandasnya.
 
Cara Cerdas Cegah Obesitas

 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif