Sulit menurunkan berat badan bisa jadi akibat gangguan kesehatan atau kondisi medis serius. (Foto: Pexels.com)
Sulit menurunkan berat badan bisa jadi akibat gangguan kesehatan atau kondisi medis serius. (Foto: Pexels.com)

10 Kondisi Kesehatan Penyebab Bobot Badan Naik

Rona kesehatan
Anda Nurlaila • 09 Mei 2019 19:04
Berat badan Anda sulit turun mungkin bisa jadi penyebabnya medis. Salah satunya karena tidur yang kurang. Kurang tidur menyebabkan tubuh membentuk terlalu banyak hormon kortisol dan insulin, yang mengacaukan diet dan menambah berat badan.
 

Jakarta:
Berbagai cara sudah dilakukan untuk memperoleh berat badan ideal. Meningkatkan aktivitas fisik, menjalani pola hidup sehat hingga berdiet namun berat badan tak kunjung turun.
 
Sulit menurunkan berat badan bisa jadi akibat gangguan kesehatan atau kondisi medis serius. WebMD memuat beberapa penyebab bobot badan gampang bertambah:

1. Hipotiroidisme

Kondisi yang diakibatkan kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu di leher tidak menghasilkan hormon cukup. Hasilnya, rambut menipis, kulit mengering, dan merasa sering kedinginan. Produksi hormon tiroid yang kurang juga dapat menyebabkan lelah, sembelit, dan bahkan depresi. Tes darah sederhana dapat memastikan tingkat hormon rendah. Penanganannya dengan pemberian hormon buatan.

2. Depresi

Pertambahan berat badan dan bahkan obesitas adalah beberapa efek samping fisik yang mungkin terjadi saat mengalami depresi. Orang dengan gangguan suasana hati memiliki kadar "hormon stres" kortisol yang lebih tinggi, yang dapat menyebabkan lemak berkumpul di sekitar perut. Berat badan dapat meningkat karena makan berlebih atau kurang olahraga. Obat-obatan yang umum digunakan mengobati depresi juga dapat menyebabkan penambahan bobot.

3. Insomnia

Orang yang tidur malam kurang dari enam jam cenderung memiliki lemak tubuh lebih banyak daripada mereka yang tidur selama delapan jam. Kurang tidur menyebabkan tubuh membentuk terlalu banyak hormon kortisol dan insulin, yang mengacaukan diet dan menambah berat badan.

4. Menopause

Berkurangnya hormon estrogen selama menopause dapat meningkatkan lemak di perut. Selain itu, hot flashes, masalah tidur, dan depresi di akhir masa subur wanita mungkin menghalangi gaya hidup sehat yang menyebabkan badan melar.

5. Penyakit Cushing

Biasanya, kortisol membantu menjaga tekanan darah dan gula darah sehingga tetap dalam kisaran sehat. Tetapi ketika kelenjar adrenalin membuat terlalu banyak hormon stres, akan menambah lemak di perut dan pangkal leher.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Anda mungkin mengalami memar lebih sering, anggota tubuh lebih lemah, wajah membulat, dan muncul stretchmark berwarna ungu. Operasi, kemoterapi, radiasi, atau obat-obatan dipakai untuk menurunkan level kortisol.
 
10 Kondisi Kesehatan Penyebab Bobot Badan Naik
(Pertambahan berat badan dan bahkan obesitas adalah beberapa efek samping fisik yang mungkin terjadi saat mengalami depresi. Orang dengan gangguan suasana hati memiliki kadar "hormon stres" kortisol yang lebih tinggi. Foto: Pexels.com)

6. Sindrom ovarium polikistik

Gejalanya dapat berupa tidak mengalami menstruasi, rambut tumbuh di wajah dan tubuh, jerawat dan pertumbuhan kista di ovarium. Penyebabnya terlalu banyak hormon androgen pria. Penderita PCOs dapat mengalami kenaikan berat akibat kurang sensitif terhadap insulin.

7. Gagal jantung kongestif

Kondisi ini terjadi saat jantung tidak cukup kuat untuk memompa darah. Peningkatan berat badan yang tiba-tiba 1-1,4 kilogram dalam sehari atau lebih dari 2,3 kilogram seminggu berarti kondisi memburuk.
 
Gejala lain yang mungkin dirasakan adalah pergelangan kaki dan tangan membengkak, denyut nadi lebih cepat, pernapasan berat, tekanan darah tinggi, kehilangan memori, dan kebingungan.

8. Sleep Apnea

Mendengkur saat tidur atau mengantuk di siang hari bisa menjadi pertanda Anda memiliki kondisi serius ini. Sleep apnea membuat Anda berhenti bernapas beberapa detik dalam tidur. Kelebihan berat badan atau obesitas adalah salah satu penyebab sleep apnea. Tetapi sleep apnea bisa juga merupakan gejala masalah hati, gagal jantung, dan tekanan darah tinggi.

9. Edema

Merasa tangan dan kaki membengkak? Mungkin tubuh mengandung lebih banyak air sehingga alat gerak kencang dan sulit digerakkan. Edema sebenarnya tidak berbahaya dan dapat membaik dengan sendirinya. Kondisi ini dapat diobati dengan diuretil atau pil air. Tetapi dokter mungkin harus mencari tahu kondisi di baliknya seperti penyakit jantung, ginjal, hati, dan paru-paru, yang bisa sangat serius.

10. Sindrom metabolik

Ini adalah sekelompok kondisi yang terjadi bersamaan dan meningkatkan peluang Anda terkena penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan lemak tubuh Anda mungkin berada pada tingkat yang tidak sehat.
 
Walaupun tidak ada gejala yang jelas, penambahan ekstra lemak di sekitar pinggang harus diwaspadai. Perubahan dalam diet dan olahraga serta obat-obatan dapat mengurangi lemak tubuh.
 
Konsultasikan ke dokter Anda di beberapa rumah sakit, seperti Rumah Sakit Royal Taruma, Mayapada Hospital, atau RSCM - Kencana. Atau rumah sakit di dekat rumah Anda.
 

 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif