Ketika terkena virus covid-19, perokok dengan kapasitas paru-paru yang terluka berada pada posisi yang lebih buruk, dibandingkan dengan mereka yang tidak. (Foto: Freepik)
Ketika terkena virus covid-19, perokok dengan kapasitas paru-paru yang terluka berada pada posisi yang lebih buruk, dibandingkan dengan mereka yang tidak. (Foto: Freepik)

Studi: Merokok Membuat 1 dari 3 Remaja Berisiko Tinggi Terkena Covid-19

Rona rokok covid-19
Kumara Anggita • 17 Juli 2020 17:05
Jakarta: Tak hanya orang tua atau orang yang punya penyakit tertentu yang berisiko terkena Covid-19, anak muda yang merokok juga ternyata lebih berisiko.
 
Dikutip dari Healthline, sebuah studi baru dari University of California, San Francisco (UCSF) telah menemukan bahwa 1 dari 3 remaja hingga dewasa muda berusia antara 18 dan 25 tahun rentan terkena covid-19 yang parah.
 
Data tersebut sesuai makalah yang diterbitkan dalam Journal of Adolescent Health. Dalam makalah tersebut ditemukan bahwa merokok, baik rokok biasa maupun rokok elektronik sebagian besar berkontribusi pada risiko kelompok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain rokok, obesitas, asma, diabetes, dan gangguan kekebalan tubuh juga sering berkontribusi pada remaja yang menderita covid-19 parah.
 
“Filosofi mendasar bahwa anak muda itu lebih terlindungi sedang dibongkar. Meningkatnya tingkat obesitas, merokok, dan gaya hidup yang tidak menentu membuat remaja kita menghadapi risiko dari usia yang jauh lebih awal daripada yang kita lihat di masa lalu,” kata Dr. Sharon Chekijian, seorang dokter pengobatan darurat Yale Medicine.

Mengapa merokok menyebabkan risiko tinggi?

Para peneliti mengevaluasi data kesehatan lebih dari 8.000 orang dewasa muda berusia 18 hingga 25 tahun yang bersumber dari Survei Wawancara Kesehatan Nasional. Mereka mempelajari berapa banyak orang dalam kelompok memiliki faktor risiko atau kerentanan medis untuk covid-19, seperti diabetes, obesitas, gangguan kekebalan, kondisi jantung, atau jika mereka merokok.
 
Tim menemukan bahwa 32 persen dari populasi beresiko untuk penyakit ini. Di mana persentase itu sangat dipengaruhi oleh perokok konvensional dan rokok elektronik.
 
Ketika perokok dihilangkan dari sana, persentasenya dibagi dua dan ditemukan bahwa hanya 16 persen orang dewasa muda yang berisiko Covid-19 parah. Para peneliti terkejut menemukan bahwa begitu banyak orang dewasa muda yang berisiko covid-19 parah.
 
“Kami memutuskan untuk melihat kelompok ini dan temuannya adalah 1 dari 3 dari sampel yang kami lihat rentan,” ujar penulis senior Dr. Charles Irwin Jr., direktur divisi UCSF untuk pengobatan remaja dan dewasa muda.
 
Yang mengejutkan lagi adalah mereka menemukan bahwa peran rokok lebih besar dalam membuat risiko dibanding dengan obesitas dan asma dalam kelompok itu.
 
"Studi ini menyoroti dampak merokok terhadap kesehatan orang, berapapun usianya. Iritasi ini mengganggu penghalang epitel saluran napas, dan gangguan dan kehilangan perlindungan ini membuatnya lebih mudah untuk tertular infeksi," kata Dr. Laren Tan, direktur medis Program Komprehensif untuk Penyakit Saluran nafas Obstruktif di Loma Linda University Health.
 
Ketika terkena virus seperti ini, perokok dengan kapasitas paru-paru yang terluka berada pada posisi yang lebih buruk, dibandingkan dengan mereka yang tidak.
 

(FIR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif