Dr. Anung Sugihantono, M.Kes, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI. (Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)
Dr. Anung Sugihantono, M.Kes, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI. (Foto: Dok. Medcom.id/Raka Lestari)

Wabah Flu Burung dan Penyebarannya ke Manusia

Rona virus flu burung
Raka Lestari • 03 Februari 2020 15:38
Jakarta: Baru-baru ini, kasus flu burung kembali terdeteksi di Hunan yang berbatasan dengan Hubei, Tiongkok. 
 
H5N1 adalah jenis virus influenza yang menyebabkan penyakit pernapasan parah yang sangat menular pada burung yang disebut avian influenza (atau "flu burung"). 
 
Kasus flu burung H5N1 pada manusia terjadi sesekali, namun memang jarang terjadi penularan infeksi dari orang ke orang. Ketika seseorang terkena infeksi, angka kematiannya sekitar 60 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari website resmi WHO, semua kasus infeksi H5N1 pada orang telah dikaitkan dengan kontak dekat dengan unggas hidup atau mati yang terinfeksi, atau lingkungan yang terkontaminasi H5N1. Virus ini tidak dapat menginfeksi manusia dengan mudah dan penularan dari manusia ke manusia merupakan sesatu yang jarang terjadi. 
 
Dr. Anung Sugihantono, M.Kes, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI menjelaskan, “Kami mengikuti H5N1 yang ada di Tiongkok. Bukan hanya mengikuti kasus tapi mengikuti perkembangan yang berkaitan dengan flu burung,” ujar Anung dalam acara Temu media terkait virus Korona, di kantor Kemeneterian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Senin, 3 Februari 2020. 
 
“Meski ini bukan ranah Kemenkes karena yang dilaporkan itu unggas semua yang mati, tetapi kami tetap melakukan antisipasi. Prinsipnya tidak jauh berbeda dengan coronavirus karena sama-sama virus, yaitu melakukan PHBS dan menjaga daya tahan tubuh,” ujar Anung. 
 
Ia juga menambahkan, “Selain kewaspadaan, yang dilakukan serta pemahaman mengenai kesehatan dirinya perlu ditingkatkan. Kami juga sudah melakukan kontak dengan Kementerian Pertanian untuk selalu meningkatkan kewaspadaan di sektor peternakan,” ujar Anung. 
 
Menurut WHO, gejala-gejala infeksi H5N1 di antaranya adalah demam dan malaise, batuk, sakit tenggorokan, dan nyeri otot. Gejala awal lainnya adalah sakit perut, sakit dada dan diare. 
 
Infeksi dapat berkembang dengan cepat menjadi penyakit pernapasan berat (misalnya, kesulitan bernapas atau sesak napas, pneumonia, Sindrom Gangguan Pernafasan Akut) dan perubahan neurologis (perubahan status mental atau kejang).
 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif