Ilustrasi-Pexels
Ilustrasi-Pexels

3 Faktor Risiko Keracunan Air yang Berbahaya

Rona dehidrasi
Sunnaholomi Halakrispen • 14 Agustus 2020 07:11
Jakarta: Keracunan air merupakan kondisi terlalu banyak minum air. Hal ini jarang terjadi, namun bisa terjadi pada siapa pun. Bahkan, terdapat laporan medis tentang kematian akibat asupan air yang berlebihan.
 
Dikutip dari Medical News Today, keracunan air paling sering memengaruhi orang yang berpartisipasi dalam acara olahraga atau pelatihan ketahanan. Juga pada orang yang memiliki berbagai kondisi kesehatan mental.

1. Acara olahraga

Pada acara olahraga, keracunan air sangat umum terjadi pada atlet ketahanan. Ini bisa terjadi jika seseorang minum banyak air tanpa memperhitungkan kehilangan elektrolit dengan benar.
 
Untuk alasan ini, hiponatremia sering terjadi selama acara olahraga besar. Seperti yang dilaporkan oleh penulis satu studi, dari 488 peserta dalam Marathon Boston 2002, 13 persen mengalami gejala hiponatremia, dan 0,06 persen mengalami hiponatremia kritis, dengan kadar natrium kurang dari 120 mmol / l.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Contoh keracunan air pada acara ini telah mengakibatkan kematian. Satu kasus melibatkan pelari yang pingsan setelah lari maraton.
 
Karena dia tidak mengalami dehidrasi dengan benar, kadar natriumnya turun di bawah 130 mmol / l. Pelari itu kemudian mengembangkan air di otak yang dikenal sebagai hidrosefalus, dan hernia di batang otaknya yang menyebabkan kematiannya.

2. Pelatihan militer

Selain itu, keracunan air juga bisa terjadi saat latihan militer. Satu laporan medis menggambarkan 17 tentara yang mengalami hiponatremia setelah minum terlalu banyak air selama pelatihan. Tingkat natrium darah mereka 115-130 mmol / l, sedangkan kisaran normalnya adalah 135-145 mmol / l.
 
Menurut laporan lain, tiga tentara tewas karena hiponatremia dan edema serebral. Kematian ini dikaitkan dengan minum lebih dari lima liter air hanya dalam beberapa jam.
 
Di sisi lain, gejala hiponatremia dapat disalahartikan sebagai gejala dehidrasi. Menurut sebuah laporan, seorang tentara yang menerima diagnosis yang salah tentang dehidrasi dan serangan panas meninggal karena keracunan air akibat upaya rehidrasi.

3. Kondisi kesehatan mental

Minum air putih secara kompulsif juga disebut polidipsia psikogenik atau produksi urine terlalu banyak karena mengonsumsi air mineral berlebihan. Hal ini dapat menjadi gejala dari berbagai kondisi kesehatan mental.
 
Lantaran demikian, keracunan air sering kali terjadi di antara orang dengan skizofrenia. Tetapi, juga bisa muncul pada orang dengan gangguan afektif, psikosis, dan gangguan kepribadian.
 
(FIR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif